Kawasan Kumuh Rusunawa Hayam Wuruk Ditata, Circular Market dan Kampung Bakmi Disiapkan
MADIUN – Kawasan kumuh di sekitar Rusunawa Jalan Hayam Wuruk bakal mendapat sentuhan besar tahun ini. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp7,3 miliar untuk menata kawasan tersebut melalui pembangunan jalan lingkungan, drainase, ruang terbuka hijau (RTH), TPS 3R, hingga beautifikasi kawasan.
Rencana tersebut dibahas dalam sinkronisasi antara Pemerintah Kota Madiun dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Senin (8/6).
Menariknya, penataan kawasan tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur. Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan konektivitas dengan konsep Circular Market yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut. Bahkan, akan hadir ikon baru berupa Kampung Bakmi yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, sinkronisasi diperlukan agar pembangunan dari pemerintah provinsi dapat terintegrasi dengan rencana pengembangan kawasan yang telah disiapkan pemerintah kota.
“Ini kita sinkronkan dengan rencana pembangunan yang ada di wilayah situ, yaitu Circular Market. Sehingga nanti apa yang akan dibangun, ada beberapa ikon yang akan dibangun, kita koneksikan,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, proyek penataan kawasan kumuh tersebut saat ini telah menyelesaikan tahap perencanaan di tingkat provinsi dan tengah memasuki masa sanggah. Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik akan dimulai tahun ini dengan masa pengerjaan sekitar lima bulan.
Dalam proyek tersebut, pemerintah provinsi akan membangun paving sepanjang sekitar 1.893 meter dan meningkatkan jalan lingkungan sepanjang lebih dari dua kilometer. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung seperti drainase, ruang terbuka hijau, TPS 3R, dan elemen beautifikasi kawasan juga akan dibangun.
Menurut Bagus, ruang terbuka hijau yang disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan konsep pemanfaatan kawasan, termasuk area bagi pelaku UMKM dan fasilitas pendukung lainnya.
“RTH ini potensinya jadi apa harus dipikirkan sejak sekarang. Harus berdampak pada ekonomi. Kita siapkan tempat untuk PKL, tempat parkir, dan pengelolaan sampahnya juga harus dipersiapkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan DPRKPCK Provinsi Jawa Timur Firta Riyanti Dewi Kurnia Sari menyebut penataan tersebut merupakan bagian dari upaya pengentasan kawasan kumuh melalui peningkatan kualitas infrastruktur permukiman.
“Yang disentuh adalah jalan lingkungan, drainase, RTH, beautifikasi, dan TPS 3R. Harapannya kawasan kumuhnya hilang, lingkungan menjadi lebih baik dan masyarakat lebih nyaman tinggal di sana,” ujarnya.
Firta menambahkan, penataan kawasan juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi warga. Lingkungan yang lebih tertata dan hadirnya ruang publik baru diyakini dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan konsep yang menggabungkan perbaikan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, Circular Market, dan Kampung Bakmi, kawasan sekitar Rusunawa Jalan Hayam Wuruk diharapkan tidak hanya lepas dari predikat kumuh, tetapi juga berkembang menjadi kawasan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi bagi warga Kota Madiun.