Sakral, Kirab Panji Persatuan Tandai Detik-Detik Peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Pendekar



MADIUN – Puncak peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Pendekar terasa berbeda. Pemerintah Kota Madiun untuk kali pertama menghadirkan Kirab Panji Persatuan untuk menandai detik-detik peringatan Hari Jadi Kota Madiun. Kirab yang tersaji tepat pukul 00.00 tersebut berlangsung sakral di Balai Kota Madiun, Sabtu (20/6).

Prosesi kirab tepat tengah malam itu dimulai dari Bakorwil Kota Madiun. Iring-iringan pasukan terdiri pemeran sosok Retno Dumilah, petugas korsik, petugas pembawa Obor, petugas pembawa bendera Pataka, Panji Pendekar, hingga 108 pasukan di paling belakang. 

Kegiatan lantas berlanjut prosesi inti di Balai Kota Madiun. Mulai penghormatan kepada lambang daerah Kota Madiun, ikrar pendekar, dan doa lintas agama. Prosesi ditutup dengan potong tumpeng dan penyalangan obor api Madiun Berkilau.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut prosesi kirab dihadirkan untuk membangkitkan kembali cerita akan Kota Madiun. Selain itu juga memberikan nyawa perjuangan di awal pembukaan rangkaian peringatan. 

‘’Madiun punya cerita, cerita itu yang coba kita hadirkan sekaligus memberikan nyawa perjuangan di awal pembukaan,’’ kata Plt wali kota.

Di akhir prosesi terdapat penyalaan obor api Madiun Berkilau. Api obor ini merupakan simbol perjuangan para pendahulu sekaligus pengingat generasi sekarang bahwa perjuangan terserbut tak pernah berhenti berkobar. Karenanya, api obor Madiun Berkilau juga akan terus menyala selama sebulan penuh ke depan. Plt wali kota berharap api tersebut dapat menjadi pengingat untuk terus bersemangat menjadikan Kota Madiun yang lebih baik lagi ke depannya. 

‘’108 bukan sekedar angka. Namun, simbol perjuangan para pendahulu. Simbol perjuangan ini kita kemas melalui obor api Madiun Berkilau yang sekaligus menjadi pengingat akan semangat kita semua yang tidak boleh berhenti berkobar untuk Kota Madiun yang lebih baik ke depan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)