Operasi Senyap DKPP Madiun: Kucing Liar di Ruang Publik Disasar Vaksin Rabies
MADIUN – Kucing-kucing liar yang kerap berkeliaran di pasar, taman kota, hingga area tempat pembuangan sampah di Kota Madiun tidak dibiarkan begitu saja. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun justru turun tangan dengan melakukan vaksinasi rabies secara langsung di lapangan, Selasa (23/6).
Aksi ini dilakukan melalui pola operasi senyap, di mana petugas menyisir sejumlah titik ruang publik untuk memberikan vaksin kepada hewan liar sebagai langkah pencegahan penyakit rabies, sekaligus menjaga Kota Madiun tetap berstatus zero rabies.
Sedikitnya lima tim diterjunkan secara serentak ke berbagai lokasi yang menjadi kantong populasi hewan liar. Mulai dari Taman Bantaran, Ngrowo Bening Edupark, Stadion Wilis, hingga kawasan pasar seperti PBM, Pasar Kawak, Sleko, Kojo, dan Njoyo. Penyisiran juga dilakukan di TPS Jalan Mundu, TPA Winongo, Lapangan Gulun, Lapak Banjarejo, serta area Makam Pagu.
Sub Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Madiun, Margaretha Dian Wartiningdyah, menjelaskan bahwa vaksinasi kali ini sengaja menyasar hewan liar karena pergerakannya sulit dipantau dan memiliki risiko lebih tinggi dalam potensi penularan penyakit.
“Selama ini vaksinasi lebih banyak pada hewan peliharaan warga. Kali ini kami fokus ke kucing liar di ruang publik sebagai upaya memastikan Kota Madiun tetap aman dan bebas rabies,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, DKPP menyiapkan sekitar 150 dosis vaksin rabies yang tidak hanya diberikan kepada kucing liar, tetapi juga anjing hingga kera yang ditemukan di lapangan.
Meski Jawa Timur masih berstatus bebas rabies, kewaspadaan tetap diperkuat. Menurut Margaretha, rabies merupakan penyakit zoonosis yang berbahaya dan dapat berakibat fatal jika menular ke manusia, sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini.
“Justru karena masih bebas rabies, maka benteng pertahanan harus terus diperkuat lewat vaksinasi langsung pada hewan rentan,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh langsung aspek kesehatan lingkungan. Pemkot Madiun menegaskan komitmennya untuk menjaga kota tetap aman, nyaman, dan bebas rabies melalui aksi nyata di lapangan. (rams/im/madiuntoday)