RTM Segera Ditata, Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Sejarah
MADIUN – Bangunan tua Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani kembali menjadi perhatian. Selain menyimpan jejak sejarah perjalanan Kota Madiun, bangunan tersebut juga pernah difungsikan sebagai lokasi isolasi pada masa pandemi Covid-19. Kini, kawasan itu diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan jalur wisata heritage melalui program Kelurahan Pangongangan.
RTM sendiri menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam rute kegiatan Walking Tour Sejarah. Berada di koridor Jalan Ahmad Yani yang dikenal memiliki sejumlah peninggalan sejarah, bangunan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi sekaligus daya tarik wisata berbasis sejarah.
Rencana pengembangan kawasan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat meninjau RTM dalam agenda gowes pagi, Senin (22/6). Ia menyebut, koordinasi dengan pihak TNI telah dilakukan agar bangunan bersejarah itu dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari destinasi wisata edukasi sejarah di Kota Madiun.
“Sudah kita koordinasikan dengan pihak TNI setempat supaya RTM bisa dimanfaatkan sebagai jalur pariwisata heritage,” ujarnya.
Selain meninjau kondisi bangunan, Plt Wali Kota juga memeriksa kebersihan lingkungan sekitar RTM. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis yang kuat sekaligus potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, sehingga perlu dilakukan penataan secara bertahap.
“Area ini akan kita bersihkan terlebih dahulu. Insyaallah minggu depan kita mulai pembersihan sekaligus melihat bagian mana saja yang perlu dibenahi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, langkah awal penataan menjadi bagian penting sebelum pengembangan lebih lanjut dilakukan. Kebersihan dan kerapian kawasan disebut menjadi faktor utama dalam mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat citra destinasi wisata sejarah di Kota Madiun.
Melalui pengembangan ini, RTM diharapkan tidak hanya menjadi bangunan bersejarah yang merekam masa lalu, tetapi juga ruang edukasi yang mampu menghadirkan pengalaman mengenal sejarah Kota Madiun secara lebih dekat bagi masyarakat maupun wisatawan. (w.s hendro/im/diskominfo)