Lomba Digital Batik Design Gali Potensi Kota Madiun Lewat Karya Kreatif



MADIUN - Motif pecel, kereta api, hingga pencak silat dituangkan dalam bentuk desain batik digital pada ajang Lomba Digital Batik Design yang menjadi bagian dari Madiun Batik Heritage Festival. Melalui kompetisi tersebut, para peserta diajak mengolah potensi khas Kota Madiun menjadi motif batik yang kreatif sekaligus memiliki nilai budaya.


Lomba Digital Batik Design awalnya diikuti 11 peserta yang telah mendaftarkan diri. Namun, satu peserta mengundurkan diri, sementara lima peserta lainnya hadir dan mengikuti proses penjurian pada pelaksanaan lomba.


Menariknya, ajang ini tidak hanya diikuti generasi muda yang menggunakan tablet maupun komputer jinjing, tetapi juga peserta dari kalangan senior.


Salah satunya Heru Kuntoyo (53), pelaku seni asal Jalan Merpati, Kota Madiun. Mengusung tema sepur dan pecel, Heru mengikuti lomba karena ingin mencoba tantangan baru. Meski peserta lain menggunakan perangkat yang lebih canggih, ia tetap percaya diri hanya dengan mengandalkan telepon genggam berbasis Android.


“Saya ingin mencoba tantangan baru. Tidak minder meski peserta lain memakai tablet atau laptop. Saya cukup menggunakan Android dan sejauh ini belum mengalami kesulitan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Yoga Pratomo, mengatakan seluruh peserta diminta mengangkat potensi khas Kota Madiun sebagai inspirasi desain batik digital. Tema yang dipilih meliputi pecel, kereta api, dan pencak silat sebagai ikon yang telah melekat dengan Kota Pendekar.


“Kami ingin melahirkan motif-motif batik baru yang memiliki ciri khas Kota Madiun. Harapannya, karya-karya ini tidak hanya menjadi hasil lomba, tetapi juga dapat memperkaya identitas batik daerah,” ujarnya.


Sesuai arahan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, karya-karya terbaik nantinya akan difasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sekaligus diproyeksikan menjadi inspirasi motif seragam batik ASN Pemerintah Kota Madiun.


“Beliau menginginkan karya terbaik para peserta mendapatkan perlindungan hak cipta dan memiliki kebermanfaatan yang lebih luas. Karena itu, motif yang terpilih akan difasilitasi HKI dan diproduksi oleh pembatik lokal sebagai inspirasi seragam batik ASN, sehingga mampu menggerakkan industri batik di Kota Madiun,” pungkasnya. 

(Dspp/kus/madiuntoday)