Dari Bidak Catur, Freya Harumkan Nama Kota Madiun, Kembali Melenggang ke Kejurnas



MADIUN – Konsistensi dan kerja keras kembali mengantarkan atlet muda Kota Madiun menorehkan prestasi membanggakan. Freya Griselda Faiha berhasil meraih Juara II kategori U-17 Putri pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur ke-57 yang berlangsung di Pacitan pada 8–11 Juli 2026. Raihan tersebut sekaligus memastikan siswi kelas XI SMA Negeri 2 Madiun itu kembali mewakili Jawa Timur pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Oktober mendatang.


Bagi Freya, medali perak itu menjadi pencapaian yang sangat berkesan. Sebab, sejak awal ia hanya memasang target membawa pulang medali perunggu. Di luar dugaan, kerja keras dan latihan yang dijalaninya selama berbulan-bulan membawanya berdiri di podium kedua.


"Senang banget, enggak nyangka juga. Awalnya target saya cuma medali perunggu, ternyata alhamdulillah bisa dapat medali perak," ujar Freya, Selasa (14/7).


Gadis kelahiran Februari 2010 itu mengenal catur sejak duduk di bangku kelas III sekolah dasar. Ayahnya menjadi sosok pertama yang memperkenalkannya pada olahraga adu strategi tersebut. Ketertarikannya kemudian berkembang saat mengikuti ekstrakurikuler catur di sekolah hingga dipercaya mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan.


Memasuki kelas IV sekolah dasar, Freya mulai serius menekuni catur. Sejak saat itu, ia menjalani pembinaan bersama Percasi Kota Madiun, mengikuti latihan rutin, serta mendapat pendampingan pelatih privat untuk memperdalam pemahaman strategi, meningkatkan kemampuan teknis, sekaligus membangun mental bertanding.


Menurut Freya, daya tarik catur bukan sekadar tentang memenangkan pertandingan. Baginya, setiap langkah bidak memiliki makna dan strategi yang membuat olahraga ini selalu menarik untuk dipelajari.


"Di catur itu setiap langkah ada alasannya. Mencari alasan dan strategi di balik setiap langkah itu yang membuat saya semakin tertarik," katanya.


Untuk menjaga performa sekaligus meningkatkan kemampuannya, Freya hampir setiap hari meluangkan waktu berlatih selama satu hingga dua jam. Selain menjalani latihan mandiri, ia juga rutin berlatih bersama pelatih serta mengikuti sparring dengan para pecatur senior sebagai bahan evaluasi kemampuan. 


Menjelang Kejurnas Catur mendatang, intensitas latihannya semakin ditingkatkan. Tak hanya memperdalam teori dan strategi permainan, Freya juga menjalani sejumlah pertandingan uji coba bersama para pecatur Percasi Kota Madiun guna mematangkan kesiapan sebelum turun di arena pertandingan.


Meski sudah mengoleksi berbagai prestasi, Freya mengaku perjalanan menjadi atlet tidak selalu mudah. Rasa jenuh hingga kesulitan memahami teori-teori baru menjadi tantangan yang kerap dihadapinya. Namun, ia memilih untuk tetap bertahan dan terus belajar.


Nama Freya memang bukan wajah baru di dunia catur Jawa Timur. Pada Kejurprov tahun lalu, ia sukses menjadi juara pertama kategori U-15 putri sebelum melaju ke Kejurnas di Mamuju, Sulawesi Barat, dan meraih peringkat empat nasional. Tak hanya itu, ia juga pernah meraih predikat Best 1 U-14 Girls pada ajang Kapal Checkmate 2 International Chess Championship.


Kini, medali perak Kejurprov menjadi bekal baru untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat nasional. Freya berharap dapat memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama Kota Madiun dan Jawa Timur kembali berprestasi.


Bagi Freya, catur adalah olahraga yang dapat dipelajari oleh siapa saja yang memiliki kemauan untuk terus berlatih. Karena itu, ia berharap prestasi yang diraihnya dapat memotivasi generasi muda agar tidak ragu menekuni olahraga catur. Menurutnya, kemampuan tidak lahir begitu saja, melainkan dibentuk melalui latihan yang disiplin dan konsisten.


"Kalau ingin berkembang, jangan bosan berlatih. Kuncinya konsisten. Semakin sering diasah, kemampuan kita juga akan semakin meningkat," tutupnya.

(Dspp/rat/madiuntoday)