Jangan Sepelekan Cuaca Panas, Heat Stroke Mengintai Saat Musim Kemarau



MADIUN – Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap gangguan kesehatan akibat cuaca panas, salah satunya heat stroke.


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahwa paparan panas berlebihan dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan hingga memicu dehidrasi berat dan heat stroke. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara ekstrem karena tubuh tidak mampu lagi mengendalikan suhu akibat terpapar panas terlalu lama.


Risiko heat stroke semakin tinggi jika seseorang beraktivitas di luar ruangan saat cuaca terik tanpa memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh suhu panas selama musim kemarau.


Kemenkes juga mengingatkan agar kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta, mendapat perhatian lebih karena lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.


Untuk mencegah dampak cuaca panas, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengurangi konsumsi minuman berkafein maupun beralkohol, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik. Apabila muncul keluhan seperti pusing, lemas, atau kondisi tubuh memburuk setelah terpapar panas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.


Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari paparan panas berlebihan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah dehidrasi maupun heat stroke selama musim kemarau.

(ws hendro/kus/madiuntoday)