Stafsus Wapres Bertemu Plt Wali Kota, Bahas Event Pencak Silat Berskala Nasional Salah Satunya
MADIUN – Staf Khusus (Satfsus) Wakil Presiden (Wapres) Bidang Kinerja Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Suwardi mengunjungi Kota Madiun, Senin (20/7). Kunjungan yang diterima Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di balai kota itu membahas sejumlah hal. Salah satunya, terkait event kebudayaan.
‘’Kita coba nanti ke depan akan kita coba pikirkan. Tetapi yang jelas bapak Plt Wali Kota Madiun sudah menyampaikan banyak infrastruktur terkait budaya dan pencak silat salah satu di dalamnya,’’ kata Suwardi.
Suwardi mengaku mendukung langkah Plt Wali Kota Madiun tersebut. Termasuk wacana menggelar event pencak silat berskala nasional tahun depan. Hal itu dinilai perlu karena Kota Madiun merupakan pusat kebudayaan pencak silat serta daerah pertemuan para jawara pencak silat. Karenanya, event pencak silat berskala nasional bahkan internasional harus ada di Kota Madiun.
‘’Kalau tidak salah tadi tahun depan akan ada event pencak silat berskala nasional dan ini pastinya akan kita sampaikan ke Jakarta untuk bisa didukung,’’ ungkapnya.
Suwardi memang kerap turun ke daerah untuk berdiskusi terkait kebudayaan. Tidak hanya di Kota Madiun, tetapi juga di daerah lain. Menurutnya, kebudayaan merupakan sesuatu yang penting dan tidak dapat ditinggalkan. Bahkan pembangunan peradapan wajib berpegang pada kebudayaan. Karenanya, pihaknya getol menggali data kebudayaan di daerah untuk kemudian disampaikan kepada wakil presiden.
‘’Untuk di Kota Madiun ada tiga yang menjadi kekuatan. Pertam pencak silat, pecel, dan kereta api. Konsep pembangunan harus diselaraskan dengan ketiga itu,’’ ungkapnya.
Sementara itu Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut Pemerintah Kota Madiun terus berupaya mengangkat dan melestarikan ketiga identitas Kota Madiun tersebut. Seperti diketahui, dalam event peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun banyak dihiasi event bertemakan budaya. Bahkan, untuk kali pertama mengemuka kirab budaya pencak silat.
‘’Tema budaya terus kita munculkan. Mulai dari tari, wayang, batik, dan juga pencak silat. Ini akan terus kita tingkatkan,’’ terang Plt wali kota.
Bahkan ke depan, tidak menutup kemungkinan event-event budaya di Kota Madiun bakal berskala nasional bahkan internasional. Apalagi, jika dapat dikolaborasikan dengan pemerintah pusat. Namun, Plt wali kota menyebut butuh upaya yang tak mudah untuk memenuhi kriteria dan standar nasional. Karenanya, butuh peran bersama. Tak terkecuali dari semua perguruan pencak silat di Kota Madiun.
‘’Tentunya perlu kita komunikasikan dengan perguruan pencak silat agar standar yang dipunyai pemerintah pusat bisa kita penuhi,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)