Damkar Kota Madiun Ingatkan Pentingnya Cek Kompor dan LPG untuk Cegah Kebakaran



MADIUN -Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran. Di Kota Madiun, sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi sepanjang 2026 dipicu oleh aktivitas di dapur, terutama akibat kelalaian penggunaan kompor dan tabung LPG.


Berdasarkan data Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, sejak Januari hingga pertengahan Juli 2026 tercatat 12 kebakaran besar. Selain itu, petugas juga menangani empat kebakaran kecil akibat korsleting listrik, tiga kasus kebocoran gas, serta satu insiden mobil terbakar.


Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, Gamal Arfan Afandi, mengatakan kebakaran rumah umumnya berawal dari kompor yang lupa dimatikan, kebocoran regulator atau tabung LPG, hingga lilin yang dibiarkan menyala.


“Kasus yang paling banyak memang kebakaran dapur. Sebelum beraktivitas, pastikan tabung gas, regulator, dan kompor dalam kondisi aman. Jika terjadi kebocoran, api dari kompor bisa memicu ledakan,” ujarnya.


Selama 2026, kebakaran besar tercatat terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya Pasar Srijaya, Kantor Dinas Perhubungan Kota Madiun, bekas Gudang Bulog, rumah warga, hingga lahan kosong dan semak belukar. Salah satu kejadian bahkan mengakibatkan seorang warga mengalami luka.


Memasuki musim kemarau, Damkar mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membakar sampah atau membersihkan lahan. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi merambat dan memicu kebakaran yang lebih luas.


“Jika membakar sampah, pastikan selalu diawasi hingga api benar-benar padam agar tidak merambat ke area lain,” pungkasnya. 

(rams/kus/madiuntoday)