Pilah Sampah dari Rumah Buka Peluang Limbah Organik Diolah Jadi Biodiesel
MADIUN – Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yang diinisiasi Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun tak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah menuju target zero waste 2027. Program tersebut juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan sampah organik, seiring hadirnya kajian ilmiah pengolahan limbah menjadi biodiesel BM-100 di rumah produksi yang berlokasi di Jalan Sawahan, Kelurahan Manguharjo.
Kajian tersebut dikembangkan oleh peneliti independen Cahya Yudi Widianto. Pria 54 tahun itu mengembangkan teknologi yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian sebagai bahan baku energi terbarukan. Berbagai jenis limbah, mulai dari sisa nasi, sayuran, cabai, telur, daging hingga limbah pertanian, dapat diolah menjadi biodiesel.
Dalam prosesnya, limbah organik dipanaskan, dihancurkan, kemudian difermentasi hingga menghasilkan gula. Selanjutnya, gula diolah menjadi asam lemak bebas sebagai bahan baku biodiesel BM-100. Teknologi tersebut juga berpotensi menghasilkan bahan bakar lain, seperti bensin hingga avtur.
Menurut Cahya, riset tersebut masih berada pada tahap kajian ilmiah dengan target produksi awal mencapai 1.000 liter biodiesel. Ke depan, kapasitas pengolahan ditargetkan mampu menyerap hingga tiga ton limbah organik per hari. Pengembangan teknologi itu diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah sebagai sumber energi terbarukan.
“Harapan kami, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi menjadi sumber energi terbarukan. Ke depan pengelolaan sampah harus lebih terorganisasi sehingga memiliki nilai tambah dan memberi manfaat,” ujar Cahya.
Subkoordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Madiun, Annita Yuli Mayasari, mengatakan kajian tersebut menjadi angin segar bagi Pemerintah Kota Madiun dalam upaya mengatasi persoalan sampah organik yang selama ini mendominasi timbunan sampah harian.
Menurutnya, inovasi tersebut berpotensi dikolaborasikan dengan program pengelolaan sampah yang sedang dikembangkan pemerintah kota. Ia menambahkan, langkah awal yang akan dilakukan yakni memperkenalkan potensi pemanfaatan limbah organik kepada masyarakat melalui sosialisasi.
“Ini menjadi angin segar bagi kami karena bisa menjadi salah satu solusi pengolahan sampah organik. Ke depan tentu ada peluang untuk berkolaborasi,” pungkasnya.
(istimewa/kus/madiuntoday)