143 ASN Terima Satyalancana, Plt Wali Kota: Jadikan Pengabdian sebagai Teladan



MADIUN – Pengabdian puluhan tahun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun mendapat apresiasi. Sebanyak 143 PNS menerima Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan dari Presiden RI tersebut disematkan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dalam upacara di Balai Kota, Minggu (23/8).


Bagi Plt wali kota, Satyalancana bukan sekadar penghargaan atas lamanya masa kerja. Lebih dari itu, menjadi bentuk pengakuan pemerintah atas loyalitas dan pengabdian ASN selama bertahun-tahun.


“Ini merupakan pengakuan dari Pemerintah Kota atas loyalitas dan pengabdian ASN. Pemerintah Kota mengucapkan terima kasih atas seluruh pengabdian yang sudah dilakukan selama ini,” ujarnya.


Ia berharap perjalanan para ASN penerima penghargaan bisa menjadi contoh bagi generasi yang lebih muda. Pengalaman dan konsistensi selama bertahun-tahun diharapkan turut menjaga kualitas pemerintahan dan pelayanan di Kota Madiun.


Bagus menegaskan, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu untuk terus mengabdi. Para ASN diminta konsisten menjaga pelayanan dan mengawal setiap program pemerintah agar berjalan sesuai rencana.


“ASN tetap harus komitmen terhadap pelayanan masyarakat. Terus konsisten menjaga Pemerintah Kota Madiun, apa yang direncanakan Pemerintah Kota Madiun semuanya harus terlaksana dengan baik sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.


Di kesempatan yang sama, Pemkot Madiun juga memberikan penghargaan Kompetisi Inovasi Teknologi (KIAT) 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi perangkat daerah, unit layanan pemerintah, maupun masyarakat untuk menghadirkan gagasan baru dalam menjawab kebutuhan warga.


Pada kategori perangkat daerah, posisi terinovatif I diraih Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun melalui inovasi Manajemen Monitoring dan Evaluasi Satu Data. Terinovatif II diraih Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil lewat Layanan 3577, sedangkan terinovatif III diraih Kepala Dinas Pendidikan melalui Bismart Beasiswa Mahasiswa Rakyat Kota Madiun.


Sementara pada kategori unit layanan pemerintah, posisi terinovatif I diraih SDN 01 Temayang melalui inovasi Kembang Krambil, Kemis Nembang lan Kromo Inggil. Terinovatif II diraih SMP Negeri 1 Kota Madiun dengan inovasi Penuntun Karakter Mulia, program apresiasi Spensa melalui pengamatan digital untuk membentuk karakter mulia. Posisi terinovatif III diraih SMP Negeri 11 Kota Madiun melalui inovasi Ciprat.


Adapun kategori masyarakat, posisi terinovatif I diraih Agustinus dan Cintika Yorinda melalui inovasi Bunda Sehat 9 Bulan. Terinovatif II diraih Kurnia Widya Wati, Wisang R. Wijaya, dan Sigit Feriyan melalui inovasi Sok Rosok Integrated Waste to Resource System dalam mengatasi sampah dapur, MBG, dan persoalan darurat sampah di Kota Madiun. Sedangkan terinovatif III diraih Ani Sulistyarsi, Wahidul Ely, Hani Atun, dan R. Bekti melalui platform E-Plantasia, Eksplorasi Flora Berbasis Data.


Bagus menyebut KIAT menjadi salah satu cara untuk mendorong lahirnya gagasan baru di lingkungan pemerintahan sekaligus mengajak masyarakat ikut berinovasi. Sebab, perkembangan kebutuhan warga menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi.


“Ini untuk menchallenge teman-teman di seluruh OPD maupun masyarakat untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat sekarang. Sehingga teman-teman OPD ini membuat inovasi-inovasi baru,” katanya.


Menurutnya, budaya inovasi harus terus dijaga agar pelayanan publik tidak berhenti pada pola lama. Pemerintah perlu terus mengikuti perkembangan dan menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Perkembangan ini terus harus diikuti. KIAT atau yang lain harus terus ada di pemerintahan,” pungkasnya.

(Bip/rat/Madiuntoday)