Musim Kemarau, Waspadai Risiko ISPA dan Jaga Kesehatan Pernapasan



MADIUN - Musim kemarau dengan suhu yang lebih tinggi dan curah hujan yang minim tidak hanya membuat udara terasa lebih panas. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Masyarakat pun diimbau lebih waspada dengan menjaga kesehatan pernapasan dan menerapkan sejumlah langkah pencegahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.


Dokter Spesialis Anak Subspesialis Respirologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp.Resp, menjelaskan, udara yang panas dan kering dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut kemudian dapat menyebabkan selaput lendir atau mukosa pada saluran pernapasan menjadi kering.


Padahal, mukosa memiliki peran penting sebagai salah satu pertahanan tubuh karena membantu menyaring bakteri, virus, hingga polutan yang masuk melalui saluran pernapasan. Ketika kondisinya kering, kemampuan perlindungan tersebut dapat menurun sehingga risiko terkena ISPA ikut meningkat.


Risiko juga bertambah karena pada musim kemarau debu dan polutan lebih mudah beterbangan di udara. Selain itu, perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara siang yang terik dan malam yang lebih dingin juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.


Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, masyarakat dapat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang buruk. Kondisi udara dapat dipantau melalui aplikasi pemantau kualitas udara. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.


Kecukupan cairan juga perlu diperhatikan agar tubuh tetap terhidrasi dan mukosa saluran pernapasan tetap lembap. Masyarakat juga dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan dengan sabun serta menerapkan etika batuk dan bersin.


Selain itu, daya tahan tubuh perlu dijaga dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung vitamin A dan C. Kondisi lingkungan di dalam rumah juga tidak kalah penting. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik serta hindari paparan asap rokok, asap dapur berlebih, maupun asap dari pembakaran sampah.


Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan turut mengingatkan bahwa minimnya tutupan awan selama musim kemarau dapat membuat suhu terasa lebih terik sekaligus berpengaruh terhadap kualitas udara. Karena itu, kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan, khususnya penyakit pernapasan, perlu ditingkatkan selama periode kemarau.

(Bip/kus/madiuntoday)