Parkir Pasar Sleko Bakal Dikelola Perumda Aneka Usaha, Plt Wali Kota: Pemda Harus Kreatif Gali Potensi Pendapatan
MADIUN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) kudu kreatif menggali pendapatan daerah. Setiap potensi harus dimaksimalkan. Potensi itu salah satunya datang dari pengelolaan parkir. Kesempatan itu pun datang setelah kontrak pengelolaan parkir Pasar Sleko Kota Madiun oleh PT Jatim Parkir Center (JPC) telah berakhir, Kamis (20/8) kemarin.
Tak ayal, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mendorong Perumda Kota Madiun untuk mengambil alih pengelolaan. Rencananya, Pemkot Madiun bakal mengelola secara mandiri pengelolaan parkir di Pasar Sleko itu melalui Perumda Aneka Usaha.
Upaya itu pun terus berproses. Saat ini, rencana itu tengah dikaji bersama Dinas Perdagangan. Pemkot ingin memastikan skema pengelolaan maupun ekspansi bisnis BUMD tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.
‘’Potensi-potensi di aset pemerintah kota mulai harus dilirik BUMD. BUMD harus kreatif, tetapi sekali lagi jangan sampai menabrak aturan,’’ kata Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Kamis (20/8).
Plt wali kota menambahkan sektor parkir memiliki potensi besar. Karenanya, pengelolaan parkir harus dimaksimalkan pemerintah daerah. Itu bisa dimulai dari pengelolaan parkir Pasar Sleko yang kontraknya dengan pihak ketiga telah berakhir. Parkir Pasar Sleko menyumbang PAD Rp 618 juta setahun. Plt wali kota pun optimis Perumda Aneka Usaha mampu mengeksekusi peluang usaha tersebut dan menyumbang PAD yang lebih besar.
‘’Rencananya di Pasar Sleko yang hari ini (kemarin) kontraknya habis. BUMD melihat potensi itu dan ingin mencoba. Dikaji dulu, kalau secara aturan sudah oke, rencananya seperti itu,’’ jelas Bagus.
Jika seluruh proses kajian berjalan tanpa kendala, Perumda Aneka Usaha ditargetkan mulai mengelola parkir Pasar Sleko pada Oktober mendatang. Tak hanya membuka sumber pendapatan, pengelolaan ini sekaligus memperluas lini bisnis Perumda Aneka Usaha.
‘’Kita butuh pendapatan, Aneka Usaha juga butuh pendapatan. Potensi parkir ini besar dan selama ini dianalisis juga menguntungkan,’’ ungkapnya.
Peluang memperluas pengelolaan parkir ke lokasi lain juga terbuka apabila skema di Pasar Sleko memberikan hasil positif. Kendati demikian, Plt wali kota meminta BUMD fokus lebih dulu memetakan peluang bisnis yang bersumber dari aset-aset milik Pemkot Madiun.
‘’Nanti kita lihat. Yang penting teman-teman ini melihat potensi dari aset milik pemkot dulu,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)