Grebeg Maulid Kembali Menggema, Menghidupkan Denyut Budaya Kota Madiun



MADIUN – Alunan gamelan sekaten kembali menggema dari kawasan Masjid Besar Kuno Taman, Selasa (25/8). Suasana tersebut mengiringi prosesi Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW yang kembali hadir di Kota Madiun, membawa semangat merawat tradisi sekaligus menghidupkan kembali budaya lokal di tengah masyarakat.


Kembalinya Grebeg Maulid bukan sekadar menghadirkan rangkaian peringatan Maulid Nabi. Di balik prosesi kirab dan tradisi gunungan, kegiatan ini menjadi gambaran bahwa budaya lokal masih memiliki ruang kuat di Kota Madiun. Nilai keagamaan, tradisi, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat berpadu dalam satu rangkaian kegiatan.


Salah satu yang menjadi perhatian adalah kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri. Rombongan berangkat dari Masjid Besar Kuno Taman melalui Jalan Asahan, kemudian menyusuri Jalan Kemini, Jalan Wuni, Jalan Kenari, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Jawa.


Kirab kemudian berlanjut menuju Jalan Pahlawan untuk transit di Balai Kota Madiun. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Semeru dan Jalan Aloon-Aloon Barat menuju kawasan Alun-Alun Kota Madiun dan Masjid Agung Baitul Hakim. Sebelum memasuki area dalam alun-alun, peserta kirab menunggu prosesi pembukaan yang berlangsung di kawasan tersebut.


Setelah prosesi selesai, Gunungan Jaler dan Estri kemudian diambil warga sebagai wujud syukur. Tradisi tersebut semakin memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan budaya lokal. Grebeg Maulid juga diisi penyerahan buceng pisusung dan paket sembako kepada perwakilan warga dari setiap kelurahan.


Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Grebeg Maulid diharapkan menjadi ruang untuk merawat budaya sekaligus memperkuat nilai keagamaan. “Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga bagian dari jati diri masyarakat,” ujarnya.


Ia berharap Grebeg Maulid dapat terus berkembang dan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Madiun. “Semoga ke depan bisa menjadi ikon budaya dan wisata Kota Madiun,” pungkasnya.

(ws hendro/rams/kus/madiuntoday)