Jelang Nataru, KAI Cek Kesiapan Stasiun Besar Madiun
MADIUN - Masa angkutan Natal dan Tahun Baru dimulai 22 Desember 2022. Untuk itu, PT KAI Daop 7 Madiun melaksanakan apel gelar pasukan dan pengecekan di Stasiun Besar Madiun, Kamis (22/12).
Memimpin jalannya apel, Vice President Daop 7 Madiun Hendra Wahyono mengatakan bahwa persiapan menyambut masa angkutan Nataru sudah siap. Mulai dari operasional kereta, pelayanan, penerapan protokol kesehatan, hingga SDM.
"Dengan dimulainya Angkutan Nataru, KAI telah menyiapkan segala sumber daya untuk melayani pelanggan secara maksimal. Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan secara keseluruhan," ujarnya.
Dalam masa Angkutan Nataru ini, KAI Daop 7 Madiun menyiapkan 33 petugas pemeriksa jalur ekstra, 14 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, dan 8 petugas daerah rawan. Total 55 petugas disiagakan di sepanjang lintas KA Daop 7 Madiun untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang bisa menghambat perjalanan KA.
Adapun sebagai langkah pengamanan bagi pengguna jasa kereta api, KAI menyiapkan total 267 petugas pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan. Adapun rinciannya adalah 67 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 148 personel Security, 37 personel tambahan dari TNI/Polri dan 3 K9.
Petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindakan kejahatan. Di samping itu, para petugas pengamanan juga tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan.
“KAI sebagai salah satu moda utama transportasi nasional pada masa libur Natal dan Tahun Baru, berkomitmen memastikan perjalanan menggunakan kereta api berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” jelasnya.
Hendra menegaskan, keselamatan dan keamanan kereta api menjadi prioritas utama. KAI terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik rawan bencana, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya, memastikan ketersediaan dan keandalan dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan di perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif. Juga, mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar.
Di samping itu, KAI telah memastikan keandalan sarana dan prasarana bersama Kementerian Perhubungan serta melakukan Ramp Check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta untuk memastikan kereta api dalam kondisi prima.
Pada Angkutan Nataru 2022/2023 KAI Daop 7 menjalankan 46 KA Reguler dan 10 KA Tambahan, dengan program penumpang naik sebanyak 112.268, ini meningkat sebesar 305 persen dibandingkan realisasi penumpang naik pada masa nataru 2021/2022 sebanyak 36.769 penumpang. Sampai dengan 21 Desember, KAI Daop 7 telah menjual 39.260 atau 35 persen dari program.
"Melalui persiapan yang matang, kita harapkan moda transportasi KA selama masa Angkutan Nataru ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali", pungkasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)