Ada Warung NKRI di Kota Madiun, Jadi Wadah Sekaligus Simbol Kerukunan




MADIUN – Ada saja cara Wali Kota Madiun, Maidi mempererat persatuan dan kesatuan di Kota Pendekar. Orang nomor satu di Kota Pecel itu memunculkan Warung NKRI sebagai wadah sekaligus simbol kerukunan masyarakat yang heterogen. Warung NKRI itu diresmikan Wali Kota Maidi bersamaan Festival Pencak Silat di Pahlawan Bisnis Center (PBC), Kamis (22/12) malam. Wali kota berharap keberadaan Warung NKRI bukan hanya wadah usaha bersama. Namun, juga pengingat akan keberagaman dalam kesatuan di Kota Madiun.


‘’Warung NKRI ini simbol keberagaman tetapi tetap dalam persatuan. Ini warung kita bersama, mari kita jaga bersama dan selalu menjadi pengingat akan pentingnya persatuan,’’ kata wali kota. 


Di Kota Madiun, lanjut wali kota, setidaknya ada 24 suku dan etnis. Di antaranya, suku Jawa, Minangkabau, Flores, Bali, Ambon, Nias, Palembang, Madura, Sunda, Karo, Makassar, Ternate, Dayak, Palu, Timor, Papua, Batak, Toba, Mentawai, dan Toraja. Selian itu, Kota Madiun juga dihuni etnis Arab dan Tionghoa. Keberagaman tersebut bukan potensi permasalahan atau bahkan perpecahan. Namun sebaliknya, harus menjadi pemersatu dan saling menguatkan. Itu sesuai dengan makna warung itu sendiri. Yakni, Wadah Akur Rukun Usaha Nurani. 


‘’Kota ini kota kita bersama. Tempat tinggal kita, tempat kita mencari rezeki, dan mungkin tempat kita meninggal nanti. Mari senantiasa kita jaga, jangan sampai yang sudah baik ini rusak karena hanya sebuah perbedaan,’’ pintanya. 

 

Wali kota tak menampik setiap orang memiliki pemikiran masing-masing. Tak ayal, silang pendapat merupakan hal wajar. Namun, perlu diingat bahwa semua sejatinya bersaudara dan sama-sama warga Kota Madiun. Karenanya, kerukunan harus tetap dikedepankan. Perbedaan harus saling menyempurnakan bukan malah menjadikan permasalahan. Wali kota menyebut Warung NKRI bukan hanya menjadi wadah peningkatan ekonomi. Tetapi juga simbol untuk saling menguatkan dan menyempurnakan di tengah perbedaan dan keberagaman. 


‘’Tanah air kita itu kaya karena adanya keberagaman. Ini merupakan potensi positif. Bukan malah menjadi permasalahan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)