Wali Kota Launching Dapur Umum Gas Metan 2G, Gratis dan Bisa Dimanfaatkan Setiap Saat




MADIUN – Kota Madiun kini punya dapur umum yang bisa dimanfaatkan tanpa batas. Bukan dalam bentuk makanan siap saji, tapi benar-benar dapur untuk memasak. Dapur umum di kawasan Tempat Pembungangan Akhir (TPA) Kelurahan Winongo itu bisa diakses 24 jam. Sebab, gas yang digunakan merupakan gas metan dari pengolahan sampah. Selain tak terbatas gas, juga gratis garam. Wali Kota Madiun, Maidi menyebutnya Dapur Umum 2G. Yakni, gratis gas, gratis garam. 


‘’Hari ini kita membuat dapur umum gratis. Gratis gas dan gratis garam, 2G. Masyarakat, siapa saja silahkan memanfaatkan,’’ kata wali kota usai me-launching Dapur Umum di TPA, Jumat (23/12).


Setidaknya terdapat 30 tungku yang disiapkan di dapur umum tersebut. Disamping itu ketika ada event tertentu seperti lomba memasak maupaun kondisi kedaruratan juga dapat memanfaatkan dapur umum tersebut. Wali Kota Maidi juga mencobanya langsung. Api yang dihasilkan cukup bagus. Besar dan berwarna biru. Pun, tidak bau sampah. Artinya, dapur layak untuk digunakan biarpun berada di kawasan TPA. 


‘’Apinya bagus, biru besar. Tidak bau sampah, nanti akan kita tambah tanaman bunga dengan aroma merebak untuk semakin menutup bau sampah,’’ jelasnya. 


Wali kota menyebut masyarakat tidak perlu khawatir sewaktu-waktu kehabisan gas. Bisa datang ke lokasi memasak di sana. Gas metan dari pengolahan sampah itu juga dimanfaatkan sebagai mandi sauna. Ruang mandi sauna itu dikhususkan untuk pekerja di lokasi TPA. Mereka yang setiap hari bergelut dengan sampah wajib bersih sebelum pulang. 


‘’Di Kota Madiun sampah bukan masalah. Sampah kita olah jadi berkah. Nanti ke depan diperluas lagi,’’ ungkapnya. 


Gas metan itu selama ini telah dimanfaatkan lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di dusun Gembel dan Palet, Kelurahan Winongo. Keberadaan dapur umum tersebut bisa untuk masyarakat lain yag belum dapat dijangkau saluran gas. Selain itu, juga untuk pelaku UMKM. Ke depan, wali kota berencana menambah jangkauan layanan gas metan. Salah satunya, dengan pembuatan TPA di masing-masing kecamatan. 


‘’Kita juga sudah menggandeng akademi agar bagaimana gas metan itu bisa masuk dalam tabung elpiji. Kalau bisa, jangkauannya bisa lebih luas lagi,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)