Jadi Spot Foto Menarik, Replika Patung Merlion Setahun Dicat Dua Kali
MADIUN – Wisata Patung Merlion di Sumber Umis menjadi salah satu tempat favorit wisatawan di Kota Pendekar. Kawasan tersebut sudah banyak menyedot pengunjung sejak kali pertama dibuka. Untuk itu, perawatan rutin dilakukan guna menjaga replika ikon negara Singapura itu tetap menarik. Salah satunya, dilakukan pengecatan ulang.
‘’Ini masuk perawatan rutin. Kita cat lagi karena ada banyak kerak akibat percikan air,’’ kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUTR Kota Madiun Suyanto, Senin (27/12).
Pengecatan ini merupakan kali kedua di tahun ini. Pengecatan sudah dilakukan pada awal tahun lalu. Suyanto menyebut percikan air yang menempel berubah jadi kerak. Percikan air menempel hingga diberbagai bagian. Maklum, percikan terkadang tertiup angin. Karenanya, kerak bermunculan di mana-mana. Suyanto menyebut pengecetan yang dilakukan sekaligus pembersihan bagian bawah dan sekitar patung.
‘’Pembersihan tahap kedua ini sudah kita mulai sejak kemarin. Termasuk pengecatan pagar bata exspos dan kursi,’’ ungkapnya sembari menyebut Patung Merlion jadi salah satu spot foto menarik di kawasan Sumber Umis.
Suyanto menyebut perawatan menjadi tanggung jawab pihaknya mulai tahun ini. Pada 2021 lalu masih dalam masa pemeliharaan rutin dari rekanan. Suyanto menyebut sejumlah titik di Sumber Wangi juga masih dalam masa pemeliharaan rutin pihak ketiga. Karena itu pihaknya tidak bisa serta merta melakukan perawatan. Pembangunan kawasan itu memang dilakukan bertahap.
‘’Termasuk bagian kolam ikan di bawah patung. Itu malah kita bersihkan dua kali dalam sepekan,’’ imbuhnya sembari menyebut anggaran perawatan rutin berkisar Rp 110 juta setahun untuk semua titikk.
Pengecatan sendiri cukup memakan waktu dan juga upaya. Sebab, patung replika Merlion itu memiiki tinggi sekitar 5 meter. Selain itu, pengecatan juga membutuhkan ketelitian agar detail patung kembali seperti semula. (ws hendro/agi/madiuntoday)