Program BBM Bantu Wujudkan Mimpi Ribuan Pelajar di Kota Madiun
MADIUN - Program bantuan beasiswa mahasiswa (BBM) ibarat jembatan yang mengantarkan anak-anak muda di Kota Madiun menuju kesuksesan. Berkat dukungan biaya kuliah dari Pemkot Madiun, banyak mahasiswa berbakat namun kurang beruntung dapat terbantu.
Tahun ini, ada seribu mahasiswa asal Kota Madiun yang menerima BBM. Rinciannya, 474 mahasiswa merupakan penerima lama yang berkuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Sementara 526 lainnya merupakan penerima baru.
Muhammad Naufal Akbar, salah satu penerima BBM, merasa sangat terbantu berkat BBM. Mahasiswa jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga sangat bersyukur karena beban biaya kuliahnya dapat terkurangi.
"Semoga semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini. Sehingga harapan Pemkot Madiun agar memiliki SDM berkualitas segera tercapai," kata pemuda yang beralamat di Jalan Ciliwung itu.
Naufal dan para penerima BBM lainnya mendapat bantuan senilai Rp 9 juta per tahun. Sementara, untuk mahasiswa yang berkuliah di dalam Kota Madiun, menerima Rp 6 juta dalam setahun.
Sarah Talita Primadani, mahasiswi jurusan psikologi di Universitas Katolik Widya Mandala, juga berterima kasih telah mendapat bantuan ini. "Sangat membantu mengurangi beban biaya kuliah saya," ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Revina Putri Cahyani, mahasiswi di Universitas Terbuka (UT). Revina, bekerja di Satpol PP Kota Madiun sebagai tenaga upahan.
"BBM sangat membantu saya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi," tuturnya.
Wali Kota Madiun Maidi berharap, BBM dapat bermanfaat kepada mahasiswa yang memang terkendala biaya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Sesuai namanya, program ini memang dikhususkan untuk warga kurang mampu.
Termasuk mereka yang masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. "Untuk memutus rantai kemiskinan, warga Kota Madiun harus berpendidikan tinggi," pungkasnya.
(Rams/kus/madiuntoday)