Lantik Pejabat di Lorong Box Culvert, Wali Kota: Semua Hasil Pembangunan Harus Termanfaatkan
MADIUN – Wali Kota Madiun, Maidi selalu memiliki ide menarik dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan. Seperti yang terlihat pada saat pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat lingkup Pemkot Madiun, Jumat (30/12). Orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut memilih lorong calon lokasi arung jeram kawasan wisata Sumber Umis sebagai lokasi pelantikan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan hasil pembangunan sekaligus promosi lokasi.
‘’Tempat ini hasil pembangunan. Harus kita nikmati, harus kita manfaatkan. Ternyata juga bagus dan juga bisa difungsikan dengan baik,’’ kata wali kota.
Pelantikan sebanyak 85 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional memang unik. Bertempat di box culvert yang berada di bawah Sumber Umis sisi timur. Tepatnya, di bawah Patung Merlion. Sungai di lokasi tersebut memang dipasang box culvert super besar berukuran lebar 7 meter dan tinggi 4 meter. Total panjangnya sementara ini 80 meter. Lokasi tersebut ke depan akan digunakan untuk arena arung jeram. Tak heran, pelantikan seperti berada di dalam goa buatan.
‘’Semua pembangunan harus dapat dimanfaatkan. Tidak ada hasil pembangunan yang muspro. Bahkan, satu pembangunan harus memiliki lebih dari satu fungsi,’’ ungkapnya.
Pelantikan pejabat dilokasi tak biasa juga pernah dilakukan sebelumnya. Mulai di pasar besar, tempat parkir Jalan Jawa, Sumber Wangi, Musala Ka’bah Pahlawan Religi Center, dan Pahlawan Bisnis Center. Kendati begitu, pelantikan tetap berjalan kidmat. Wali kota menyebut mutasi dan promosi merupakan hal biasa dalam penataan birokrasi. Pelantikan dilakukan akhir tahun untuk mempersiapkan pelaksanaan tahun anggaran baru. Wali kota ingin tahun anggaran 2023 bisa langsung tancap gas sedari awal. Karenanya, dibutuhkan SDM yang tepat sesuai dengan kompetensi masing-masing.
‘’Ada beberapa jabatan yang kosong, maka harus kita isi. Tahun baru, APBD baru, sementara program 2023 cukup padat. Pejabatnya juga harus ready semua,’’ terangnya.
Wali kota menyebut penataan akan kembali dilakukan ke depan. Sebab, masih ada sejumlah jabatan yang kosong. Salah satunya, karena pejabat yang telah pensiun atau meninggal. Penataan tak terkecuali pejabat eselon dua. Wali Kota Maidi menyebut terdapat sejumlah kursi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong.
‘’Birokrasi harus baik dulu agar kinerja optimal. Karenanya, terus kita lakukan penataan berdasar pada kinerja dan kompetensi,’’ pungkasnya. (ws hendro/rams/agi/madiuntoday)