Lakukan Pengawasan Secara Tegas, Wali Kota Maidi Komitmen Hadirkan Proyek Berkualitas
MADIUN – Seluruh proyek fisik tahun anggaran 2022 di Kota Madiun telah tuntas. Tidak ada pembangunan yang tertunda. Bukan hanya telah rampung tepat waktu, namun juga berkualitas. Hal itu tak terlepas dari ketegasan Wali Kota Madiun, Maidi dalam mengawasi jalannya setiap pembangunan. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu kerap turun langsung meninjau proyek baik saat masih pengerjaan maupun setelah selesai dikerjakan.
‘’Saya tidak ingin proyek di Kota Madiun sekedarnya. Asal dibangun kemudian selesai. Proyek fisik di Kota Madiun harus cepat, tepat, berkualitas dan termanfaatkan,’’ kata Wali Kota Maidi, Sabtu (31/12).
Bahkan, wali kota menegaskan tidak akan melakukan pembayaran jika proyek tidak sesuai dengan kontrak awal. Hal itu bukan sekedar gertakan. Sejumlah rekanan pernah mengalaminya. Wali kota memberikan dua pilihan. Dibongkar untuk kerjakan ulang atau tidak dibayar. Pun, pernah terjadi di salah satu proyek saluran. Rekanan memilih untuk tidak dibongkar namun tidak dibayar. Semua proyek memang harus melalui penilaian wali kota terlebih dahulu. Wali kota rela berkeliling untuk meninjau setiap proyek. Biasanya dilakukan sambil giat bersepeda.
‘’Proyek harus berkualitas karena ini berkaitan dengan keberlangsungan ke depan. Jangan sampai baru sebentar sudah rusak lagi. Itu malah pemborosan,’’ jelasnya.
Apalagi, jika proyek fisik tersebut berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat. Gedung sekolah misalnya. Pembangunan tentunya menggangu proses belajar-mengajar. KBM harusnya sudah kembali lancar ketika pembangunan selesai. Bukan malah harus terganggu lagi karena harus ada perbaikan kembali. Pengecekan yang dilakukan wali kota juga bukan sembarangan. Seperti saat meninjau sekolah di salah satu SD di Tawangrejo. Wali kota menggedor bagian pintu untuk memastikan kualitasnya.
‘’Anak-anak itu kan tingkahnya kadang di luar dugaan. Bagaimana kalau kemudian pintu jatuh dan menimpa anak-anak. Hal-hal seperti itu mungkin tidak dipikirkan rekanan. Karenanya, saya awasi benar,’’ terangnya.
Wali kota juga pernah mengecek kualitas trotoar dengan cara melindasnya dengan mobil. Trotoar yang peruntukannya untuk pejalan kaki dites dengan dilindas ban mobil. Jika tak pecah, berarti kuat untuk pejalan kaki. Wali kota memang memiliki cara tersendiri untuk memastikan proyek tersebut baik dan berkualitas. Seperti pengecekan kedataran lokasi sumber umis. Bukan menggunakan water pas, namun wali kota meminta damkar untuk menyemprotkan air. Jika terjadi genangan, berarti kondisi paving tidak datar.
‘’Semua proyek untuk masyarakat. Saya tidak ingin masyarakat dikecawakan. Lebih baik ribet di depan, dari pada nanti proyek tak maksimal,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)