Wujudkan Konsep Hutan untuk Masa Depan, Wali Kota: Kita Rawat Bumi Sekaligus Jaga Generasi
MADIUN – Ada saja ide Wali Kota Madiun, Maidi untuk melestarikan alam sekaligus menyiapkan investasi pendidikan bagi anak. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu bakal mengeluarkan kebijakan menarik terkait kewajiban menanam pohon. Orang tua yang anaknya lahir di 2023 ini wajib menanam pohon berbuah. Pohon itu wajib dirawat seperti anaknya sendiri. Hasilnya nanti untuk biaya pendidikan saat anaknya memasuki usia sekolah.
‘’Jadi kita siapkan lahan, salah satunya di PeceLand ini. Nanti setiap ada bayi lahir, orang tuanya wajib tanam pohon di sini. Nanti lima tahun ke depan, hasilnya bisa untuk biaya sekolah,’’ kata wali kota disela gowes dan penanaman matoa di lokasi PeceLand, Minggu (1/1).
Pohon itu juga diberi nama seperti nama anaknya. Orang tua juga wajib mengenalkan tanaman itu pada anaknya. Juga turut diajak merawatnya. Artinya, ada pembelajaran soal alam sejak dini. Wali kota optimis kawasan yang disiapkan itu akan menjadi hutan. Hutan anak karena setiap pohon memiliki nama seperti anak-anak yang lahir tersebut.
‘’Nanti tidak hanya di sini. Ada di setiap kecamatan. Kalau sudah jadi hutan kawasan itu bisa menjadi tempat reuni anak-anak itu kalau sudah dewasa. Ini lho dulu pohon saya,’’ ungkap wali kota.
Masyarakat, lanjutnya, secara tidak langsung turut melestarikan alam. Masyarakat tidak ada lagi alasan untuk tidak menanam pohon. Wali kota sekaligus ingin memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan. Bukan malah merusaknya. Masyarakat tidak perlu khawatir soal perawatannya. Sebab, pupuk telah disediakan dinas terkait.
‘’Alam itu memberikan kehidupan. Coba lihat kalau matoa itu satu pohon berbuah sampai lima empat kilo saja, sudah berapa uangnya. Artinya, secara tidak langsung orang tua sudah menyiapkan tabungan untuk anaknya nanti. Kita merawat bumi sekaligus menjaga generasi,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)