Suko Widodo Nilai Konsep Hutan Bayi Wali Kota Maidi Gagasan Brilian Pembangunan Berkelanjutan




MADIUN – Konsep hutan anak atau hutan bayi yang diusung Wali Kota Madiun, Maidi dinilai terobosan brilian. Sebab, terdapat dua manfaat besar sekaligus dalam satu kebijakan. Yakni, pembangunan SDM berkelanjutan sekaligus bentuk pelestarian lingkungan. Hal itu seperti yang disampaikan pakar Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo. Suko memang mendampingi Wali Kota Maidi saat penanaman pohon di calon lokasi PeceLand, Minggu (1/1). 


‘’Yang digagas pak wali ini sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals) ya. Pembangunan yang berkelanjutan. Ini gagasan luar biasa,’’ katanya. 


Konsep tersebut, lanjutnya, merupakan gagasan yang tengah dibutuhkan dunia. Di saat bumi banyak kehancuran dan kerusakan, Wali Kota Madiun memiliki konsep untuk kelestarian. Konsep semakin menarik karena melibatkan pastisipasi masyarakat. Wali Kota Maidi memang bakal mengeluarkan kebijakan menarik. Orang tua yang anaknya lahir di 2023 ini wajib menanam minimal lima pohon berbuah. Pohon itu wajib dirawat seperti anaknya sendiri. Hasilnya nanti untuk biaya pendidikan saat anaknya memasuki usia sekolah. 


Pemerintah Kota Madiun pun telah menyiapkan lahannya. Salah satunya, ada di lokasi calon PeceLand di Manguharjo. Ke depan, bakal disiapkan lokasi serupa di tiap kecamatan. Pohon itu juga diberi nama seperti nama anaknya. Orang tua juga wajib mengenalkan tanaman itu pada anaknya juga turut diajak merawatnya. Artinya, ada pembelajaran soal alam sejak dini. Dengan begitu, lahan yang disiapkan bakal menjadi hutan ke depan. Kawasan itu diberi nama hutan anak atau hutan bayi karena setiap pohon memiliki nama seperti anak-anak yang lahir tersebut. 


‘’Artinya, pak wali kota ini juga turut menyiapkan generasi emas ke depan. Saya kira ini tepat untuk menyambut Indonesia generasi emas di 2045,’’ jelasnya. 


Masih menurut Suko, pembangunan memang tidak hanya untuk generasi sekarang. Tetapi juga harus mulai menyiapkan pembangunan untuk generasi masa depan. Hal itu yang disebut dengan pembangunan berkelanjutan. Suko menyebut konsep yang diusung Wali Kota Madiun tersebut layak untuk diadopsi daerah lain. 


‘’Apa yang dilakukan pak wali kota ini saya kira patut ditiru daerah lain,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)