Sangking Banyaknya, Ada WiFi Gratis di Kamar Mandi Sampai Makam di Kota Pendekar, Kok Bisa?




MADIUN – Titik internet gratis berupa Wireless Fidelity (WiFi) gratis di Kota Madiun sudah tembus 2.000 titik sampai saat ini. Sudah ada 2.020 titik lebih. Titiknya ada di fasilitas umum seperti instansi sekolah, puskesmas, poskamling, ruang terbuka hijau, dan fasum lainnya. Namun, WiFi tersebut juga berada di lokasi yang bisa dibilang tak biasa. Yakni, di kamar mandi sampai di area makam. Lho kok bisa? 


Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Madiun Noor Aflah tak membantah adanya titik WiFi di kamar mandi sampai area makam tersebut. Namun, bukan berarti kamar mandi pribadi. Kamar mandi yang dimaksud adalah kamar mandi di fasilitas umum. Salah satunya, kamar mandi di Lapangan Kanigoro. Tepatnya di sisi selatan. Alat WiFi memang terpasang di dinding luar kamar mandi. 


‘’Pada prinsipnya semua fasilitas umum bisa kita pasangi WiFi. Tetapi juga tidak sembarangan. Seperti yang di kamar mandi dan makam itu berangkat dari permintaan OPD terkait atau pun kelurahan, salah satunya untuk keperluan lomba,’’ kata Aflah, Kamis (5/1).


Selain di kamar mandi Lapangan Kanigoro, WiFi serupa juga terpasang di kamar mandi pasar Diponegoro dan juga Pasar Manguharjo. WiFi sejatinya bukan untuk melayani pengguna kamar mandi. Namun, pengunjung pasar secara keseluruhan. Sebab, jangkauan WiFi bisa sampai radius 30 meter. Artinya, dalam radius 30 meter dari kamar mandi tersebut bisa terkoneksi dengan WiFi Kota Pendekar. 


Pemasangan WiFi di sejumlah titik tak biasa itu juga tanpa sebab. Misalnya, terkait lomba Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ada juga karena lomba makam. Di Kota Madiun, kebersihan dan keindahan makam pun dilombakan. Tak heran, makam di Kota Pendekar warna-warni. Aflah menyebut pihaknya akan memasang titik WiFi jika ada permintaan dan peruntukannya jelas. Toh itu, bisa dimanfaatkan masyarakat secara umum. 


‘’Seperti di kamar mandi lapangan itu, karena kamar mandi umum bisa dimanfaatkan masyarakat. Apalagi, sekitarnya juga ada taman serta lapak UMKM. Jadi, bukan berarti kamar mandi yang jauh dari jangkauan masyarakat,’’ ungkapnya.  


Masyarakat, lanjutnya, juga bisa mengajukan permohonan pemasangan WiFi gratis. Namun, dengan peruntukan dan kemanfaatan yang jelas. Misalnya kampung sentra industri tertentu. Aflah menambahkan pemasangan bisa saja dicabut jika dirasa kurang bermanfaat. Pihaknya saat ini bisa memonitor pengguna tiap titiknya secara riil time. Artinya, setiap titik WiFi akan dilakukan evaluasi. Sebaliknya, titik yang penggunanya cukup banyak bakal ditambah. 


‘’Kita bisa memonitor secara riil time. Seperti salah satu titik WiFi di Kelurahan Manisrejo yang digunakan 70 user saat ini. Nah, titik yang penggunanya sepi bisa saja kita cabut. Sebaliknya, yang banyak penggunanya akan kita tambah,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)