Sampah Bambu Ganggu Aliran, Petugas Langsung Membersihkan




MADIUN – Petugas gabungan dari PUPR dan BPBD Kota Madiun bergerak cepat membersihkan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai. Kali ini, pembersihan berfokus di bawah jembatan Kali Piring di kawasan Bok Malang Kelurahan Pilangbango. Sampah yang didominasi pohon bambu itu ikut terbawa saat hujan deras, Selasa (17/1) kemarin. Pembersihan langsung dilakukan, Rabu (18/1).


‘’Kemarin malam memang kami pantau dan memang ada kenaikan debit air. Juga terlihat ada sampah yang ikut terbawa. Karenanya, hari ini kami lakukan koordinasi dan dilakukan pembersihan,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Sumanto.


Pihaknya langsung berkoordinasi dengan OPD terkait. Salah satunya, DPUPR. Pembersihan dimulai sekitar pukul 09.00 sampai selesai. Artinya, tidak ada batas waktu. Kalaupun belum dapat selesai hari ini akan dilanjutkan besok. Namun, Sumanto berupaya menyelesaikan secepatnya. Sebab, dikhawatirkan hujan kembali turun dan debit air sungai meninggi. Keberadaan sampah bisa menjadi sumber bencana. Khususnya banjir atau bahkan robohnya jembatan. 


‘’Kalau potensi bencana di Kota Madiun pastinya ada. Tetapi untuk banjir sudah semakin bisa diatasi. Bahkan, sifatnya genangan yang sementara. Bukan yang banjir dengan durasi lama. Itu pun hanya di titik tertentu,’’ ungkapnya sembari menyebut ada tujuh personil dari BPBD. 


Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suyanto menyebut ada 15 personil dari DPUPR. Selain itu, ada juga truk dan ekskavator. Suyanto menyebut pembersihan dilakukan sesegera mungkin agar saat terjadi kenaikan debit air, bisa kembali lancar. 


‘’Aliran suangi harus lancar. Apalagi, hujan masih sering turun. Jadi kalau turun hujan lagi, aliran sudah lancar tidak ada penghambat,’’ ungkapnya sembari menyebut pembersihan ditarget selesai hari ini. 


Sampah yang didominasi bambu tersebut diprediksi sebanyak empat truk. Sampah bakal diangkat untuk dibuang ke TPA. Suyanto berharap masyarakat tidak membuah sampah sembarangan. Apalagi, ke saluran yang akhirnya menghambat aliran. Hal itu bisa berujung bencana. 


‘’Prinsipnya mari kita jaga lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan, karena percuma terus kita bersihkan kalau masih ada saja yang membuang sampah sembarangan,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)