Pendaftaraan BBM Ditutup Hari Ini, Pemohon Tembus 780 Orang, September Dimulai Seleksi
MADIUN – Pendaftaran program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM) Pemerintah Kota Madiun 2023 akan ditutup hari ini, Kamis (31/8). Hingga Rabu (30/8) kemarin, setidaknya sudah 781 orang yang mengisi formulif pendaftaran secara online. 694 di antaranya sudah menyerahkan berkas yang disyaratkan. Ratusan berkas yang masuk tersebut akan dilakukan serangkaian seleksi.
‘’Begitu masa pendaftaran berakhir, akan kita lakukan pengecekan satu persatu. Berkas yang tidak lengkap secara otomatis akan gugur,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, Kamis (31/8).
Berkas akan dipisahkan menurut kelurahan masing-masing. Setelahnya akan dilakukan perangkingan. Mereka yang berangkat dari keluarga kurang mampu akan memiliki nilai yang tinggi. Semakin tidak mampu semakin besar nilainya. Maklum, BBM tersebut memang diprioritaskan untuk mereka dari keluarga yang kurang mampu. Namun, tetap akan dilakukan verifikasi lapangan dengan dibantu petugas kelurahan.
‘’Jadi bukan lantas tidak kita kroscek. Nanti ada petugas dengan dibantu dari kelurahan untuk melihat kondisi riil di rumah pemohon BBM. Setelah data sesuai baru kita terbitkan SK (surat keputusan),’’ jelasnya.
SK tersebut sebagai dasar pencairan bantuan. Lismawati menyebut Pemerintah Kota Madiun menyediakan 250 kuota untuk tahun ini. Pendaftaran sudah dibuka sejak awal Agustus lalu. 250 kuota tersebut mengacu jumlah mahasiswa/mahasiswi peserta BBM yang akan wisuda tahun ini. Pemerintah Kota Madiun total menyediakan 1.000 kuota BBM. 750 di antaranya sudah tercatat sebagai penerima aktif program ini.
‘’Setelah semua proses selesai akan kita umumkan di kelurahan masing-masing atau kita masukkan dalam grup BBM,’’ ujarnya sembari menyebut pengumuman diperkirakan sekitar Oktober mendatang.
Mahasiswa yang mendapatkan BBM ini akan menerima bantuan Rp 6 juta setahun untuk mereka yang berkuliah di dalam Kota Madiun. Sementara yang berkuliah di luar Kota Madiun mendapatkan Rp 9 juta setahun. Khusus mereka yang kuliah di luar kota wajib universitas negeri. Pencairan dilakukan dua kali. Artinya, setiap semester. Penerima BBM akan terus mendapatkan bantuan sampai wisuda. Namun, program bisa diputus jika mahasiswa penerima tidak memenuhi standar nilai dan waktu yang ditetapkan. (rams/agi/madiuntoday)