Pimpin Diseminasi dan Monitoring Audit Kasus Stunting, Sekda Sebut Ada Komitmen yang Baik dari TPPS




MADIUN – Perang terhadap stunting terus digencarkan Pemerintah Kota Madiun. Tidak hanya melalui Dinas Kesehatan setempat, upaya penurunan stunting tersebut sudah dilakukan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pun, Sekda Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Madiun mengakui adanya progres signifikan dari tim penanganan stunting Kota Madiun tersebut.

‘’Jadi adanya diseminasi dan monitoring ini untuk memastikan komitmen dari OPD yang terlibat dalam tim ini dalam upaya penanganan stunting. Alhamdulillah, ada komitmen itu terjaga dengan baik,’’ kata sekda usai membuka Diseminasi dan Monitoring Audit Kasus Stunting di Ayam Goreng Pemuda, Kamis (24/10).

Sekda memang menginstruksikan hadirnya tim penanganan stunting tersebut agar tidak sekedar seremonial belaka. Namun, ada aksi nyata. Harapannya, kasus stunting di Kota Madiun benar-benar bisa tertangani dengan baik. Hal itu penting karena masalah stuting menjadi perhatian secara nasional. Bahkan, program-program di pemerintah pusat juga bermuara pada penanganan stunting jika ditarik garis besarnya.

‘’Ini merupakan perhatian nasional. Seperti program makan gratis dari bapak Presiden Prabowo yang outcame-nya bisa ke arah penanganan stunting,’’ jelasnya.

Stunting di Kota Madiun, lanjut sekda, sejatinya turun. Meski angka berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) naik dari sembilan persen ke 12 persen. Namun, hasil survei tersebut tidak bisa menjadi acuhan. Sebab, survei dilakukan secara sampling dan tidak berdasarkan alamat secara administrasi. Sementara hasil pendataan di Posyandu saat bulan timbang hanya sekitar 4,5 persen.

‘’Jadi selain yang SKI, kita juga melakukan pendataan secara by name by addres saat bulan timbang di Posyandu setiap bulan. Hasilnya, ada sekitar lima persen,’’ ungkapnya.

Ke depan, sekda berharap angka lima persen tersebut mendapatkan intervensi secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya dari Dinkes secara kesehatan. Tetapi sudah mencangkup faktor penyebabnya. Suatu misal diketahui masalah stunting dikarenakan faktor lingkungan, maka Dinas Perkim turut dalam penanganan lingkungan rumahnya.

‘’Semisal ternyata karena pola asuh orang tua, Dinsos yang akan turun. Jadi ini lah yang kami maksud komitmen dari tim ini. Semuanya benar-benar turun untuk menangangi stunting,’’ pungkasnya. (agi/diskominfo)