Tingkatkan Kemampuan Pertolongan Pertama Pada Kondisi Gawat Darurat, RS Hermina Gelar Seminar Kesehatan
MADIUN - Rumah Sakit Hermina sukses menggelar seminar kesehatan bertema Tanggap Darurat, yang berlangsung di aula utama RS Hermina, Jumat (13/12).
Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum, perwakilan perusahaan, dan tenaga kesehatan. Seminar ini bertujuan memberikan edukasi tentang penanganan darurat pada situasi kritis, seperti kecelakaan lalu lintas, cedera kerja, hingga kondisi darurat lainnya.
Tiga dokter spesialis dihadirkan untuk menjadi pemateri dalam acara ini. Yakni, dr. Rohmad Hariyono, Sp.An membawakan materi Basic Life Support (BLS), yang menjelaskan langkah-langkah awal penyelamatan nyawa saat seseorang mengalami henti jantung atau pernapasan.
Selanjutnya, dr. Anindita Eka PW, Sp.OT mengupas tuntas tentang Penanganan Awal Cedera Patah Tulang, memberikan panduan praktis dalam menstabilkan cedera sebelum mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Kemudian, dr. Andhika Tomy P, Sp.BS memaparkan Pertolongan Pertama pada Cedera Kepala, yang sering terjadi akibat kecelakaan kerja atau lalu lintas, dan bagaimana mencegah kondisi pasien semakin memburuk.
Terpisah, Direktur RS Hermina, dr. Fitri Ayu Rachmawati, saat diwawancara mengatakan pentingnya seminar ini bagi masyarakat dan perusahaan.
"Kami sebagai fasilitas kesehatan ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja adalah kejadian yang sering kita temui,” ungkapnya.
Maka dari itu, lanjutnya, pihaknya berupaya meningkatkan kontribusi melalui sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), agar masyarakat dapat lebih sigap dalam menghadapi situasi darurat.
Tak hanya itu, RS Hermina juga mengundang perwakilan perusahaan yang berperan sebagai person in charge (PIC) dalam manajemen keselamatan kerja.
"Seminar ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga untuk para PIC perusahaan, agar mereka mampu mengimplementasikan langkah-langkah keselamatan di tempat kerja,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, dirinya berharap, siapa saja yang menemukan situasi darurat dapat membantu secara efektif sebelum tenaga medis tiba.
“Kami berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan kesiapan menghadapi situasi darurat,” pungkasnya.
(Dspp/kus/diskominfo)