Mengasah Pena Lalui Jejak Sejarah, Empok Remen Hadir Hidupkan Kota Madiun Lewat Tulisan




MADIUN – Dalam rangka mendukung program Panca Karya dan bagian dari 100 hari kerja Wali Kota Madiun yaitu Madiun Kota Pintar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun kembali menggelar Empok Remen (Kelompok Remaja Menulis) untuk tahun ketiga.

Program ini merupakan bentuk pemberdayaan anak melalui literasi guna mengembangkan kompetensi mereka dalam menulis. Sebanyak 30 siswa SMP/sederajat se-Kota Madiun yang lolos seleksi telah terpilih untuk mengikuti kegiatan ini.

Sebagai bagian dari program tersebut, para peserta mengikuti Lawatan Sejarah ke berbagai lokasi bersejarah di Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (25/2), dan bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menulis dengan cara mengangkat sejarah dan budaya lokal ke dalam karya mereka.

"Kami ingin mengembangkan literasi anak-anak Kota Madiun tidak hanya dalam bahasa Indonesia, tetapi juga dengan inovasi menulis menggunakan bahasa asing agar potensi mereka lebih luas," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun Heri Wasana.

Dalam kegiatan ini, peserta berkunjung ke beberapa lokasi seperti Kampus Ursulin St. Bernardus, Gedung Bakorwil, Klenteng Hwie Ing Kiong, hingga Pondok Lansia. Dari hasil perjalanan ini, mereka akan menuangkan pengalaman dan wawasan mereka ke dalam tulisan yang nantinya dikompilasi menjadi satu buku bermuatan dokumentasi intelektual berbasis ekonomi, sosial, budaya untuk menggali lebih dalam potensi Kota Madiun.

Sebelumnya, kegiatan ini menyasar siswa SD, namun tahun ini diperluas ke tingkat SMP. Dengan adanya program ini, diharapkan budaya literasi semakin meningkat dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat.

"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menulis dan menginspirasi orang lain melalui tulisan mereka. Untuk itu, publikasi juga dilakukan di media sosial," tambah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun.

Para peserta yang telah menjadi Duta Literasi diharapkan dapat menularkan kebiasaan membaca dan menulis kepada masyarakat luas, sehingga sejalan dengan visi Kota Madiun untuk menjadi kota yang maju dan mendunia. (ney/uli/diskominfo)