Banyak Tamu, Wali Kota Layani Tamu Hingga Tengah Malam Di Kantor Lapangan




MADIUN – Wali Kota Madiun Dr Maidi memang membuka layanan di kantor lapangan. Tidak hanya di jam kerja normal, orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga menerima tamu kala malam. Seperti, Selasa (4/3) malam kemarin. Wali Kota Dr. Maidi menerima tamu selepas ibadah Salat Tarawih hingga tengah malam.

Setidaknya, ada empat tamu berbeda yang menghadap. Yakni, dari Pengadilan Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), Kodim 0803 Madiun, hingga dari Brimob Madiun. Wali kota menerima para tamu secara bergantian. Kebanyakan para tamu datang untuk bersilaturahmi. Maklum, Wali Kota Dr. Maidi baru saja dilantik. Meski dari incumbent, masa vakum wali kota sekitar sembilan bulan.

‘’Saya kan wali kota baru wajah lama. Makanya, banyak yang ingin bersilaturahmi. Ini tadi ada dari PN, BIN, Kodim, dan juga Brimob,’’ kata wali kota usai menerima tamu di kantor lapangan Kelurahan Kanigoro.

Wali kota memang membuka layanan di kantor lapangan. Tidak hanya tamu pejabat, tetapi juga masyarakat. Namun, tentu harus menyesuaikan jadwal. Sebab, ada banyak agenda lainnya. Pihaknya berharap kegiatan berkantor di lapangan bisa berjalan optimal.

‘’Alhamdulillah, sejak Senin kemarin, saya sudah menerima banyak tamu. Ada dari pejabat sampai masyarakat. Memang seperti ini tujuannya. Jadi kalau mau mencari pak wali kota tidak harus ke balai kota. Tetapi bisa dimana saja,’’ ujarnya.

Kegiatan berkantor di lapangan tersebut rencananya selama 100 hari kerja pertama wali kota. Lokasinya pun berpindah-pindah. Pekan ini berada di wilayah Kecamatan Kartoharjo, minggu depan akan berpindah ke wilayah Kecamatan Manguharjo atau Kecamatan Taman. Tidak hanya wali kota, kegiatan juga diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) layanan. Hal itu juga untuk memudahkan dan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Berbagai stand layanan pun ramai dikunjungi masyarakat.

‘’Nanti rencananya selama 100 hari kerja ini saya akan berkantor di lapangan. Minggu ini di wilaya Kartoharjo, nanti pindah Manguharjo kalau tidak ya Taman. Targetnya, satu kecamatan bisa tiga lokasi,’’ pungkasnya. (dspp/agi/diskominfo)