Pendistribusian MBG Bumil, Busui, dan Balita di Kota Madiun Libatkan 150 TPK, Lantas Apa Itu TPK?




MADIUN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita nonPAUD baru saja disimulasikan di Kota Madiun beberapa waktu yang lalu. Simulasi juga disaksikan langsung Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji. Dalam praktiknya, pelaksanaan MBG 3B tersebut berbeda dengan MBG pelajar di sekolah. Salah satunya, di pendistribusiannya.

MBG 3B (bumil, busui, dan balita) akan diantarkan langsung ke tempat tinggal masing-masing sasaran. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebut setidaknya sekitar 12 ribu sasaran dari ketiganya. Rinciannya, sekitar dua ribu bumil, dua ribu busui, dan sekitar delapan ribu balita.

‘’Untuk pendistribusian nanti melibatkan TPK atau Tim Pendamping Keluarga,’’ katanya.

Lantas apa itu TPK?

Denik menyebut TPK sudah ada sebelum program MBG mengemuka. Mereka adalah kelompok tenaga yang bertugas mendampingi keluarga dalam rangka pemantauan kesehatan dan perkembangan. TPK ini terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB. Nah, untuk pendistribusian MBG di Kota Madiun setidaknya melibatkan 150 TPK atau 450 orang.

‘’Untuk TPK total kita ada 450 orang. Mereka akan bertugas di tiga kecamatan,’’ jelasnya.

TPK, lanjutnya, tepat mengemban tugas ini. Sebab, mereka sebelumya memang bersentuhan dengan bumil, busui, dan balita. Khususnya bayi dua tahun (baduta). Selain itu, TPK juga bertugas melakukan pendampingan untuk calon pengantin (catin). Pendampingan sejak pra nikah tersebut penting sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.

‘’Jadi mereka ini memang sudah sering terlibat dengan sasaran. Tantangannya mungkin tinggal bagaimana MBG itu benar-benar dikonsumsi oleh sasaran,’’ ujarnya.

Hal itu juga yang dikhawatirkan Menteri Wihaji saat meninjau simulasi lalu. Sebab, tidak menutup kemungkinan paket MBG malah dimakan suami atau anggota keluarga yang lain. Tak heran, Menteri Wihaji menekankan untuk pengawasan agar program tepat sasaran.

‘’Mungkin nanti TPK juga tidak sekedar mengantar makanan, tetapi juga melakukan pendekatan-pendekatan kepada sasaran agar MBG ini bisa berjalan optimal,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)