Masuki Tahap II PPD, Wali Kota Paparkan Kinerja dan Inovasi Kota Madiun dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan




SURABAYA – Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, memaparkan kinerja dan inovasi Kota Madiun dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam Paparan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II di Ruang Rapat RKPD, lantai 2 BAPPEDA Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Dirinya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus didukung oleh pendidikan, pengendalian inflasi, dan pemerataan kesejahteraan masyaraka

“Kemiskinan akan mengintai orang bodoh, tapi kalau orang pandai, kemiskinan akan takut. Maka, Pemkot Madiun telah menjalankan berbagai program unggulan, salah satunya memberikan beasiswa kepada 1.500 mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dengan pendidikan, mereka bisa kompetitif dan memiliki masa depan lebih baik,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya pengendalian inflasi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Inflasi, kata wali kota, ibarat darah dalam tubuh. Jika darah habis, tubuh lemah. Jika inflasi tinggi, ekonomi bisa lumpuh.

“Madiun bukan hanya menjual barang dan jasa, tetapi juga harus memastikan keuntungannya bisa dirasakan masyarakat. Jika inflasi bisa ditekan, maka kegiatan ekonomi akan berjalan lancar dan pedagang pun sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemkot Madiun juga aktif menjalin kerja sama dengan daerah sekitar seperti Ponorogo dan Magetan, serta membuka peluang di pasar luar negeri melalui diaspora Indonesia dan warga Madiun di luar negeri.

Dalam upaya mengatasi kesenjangan sosial, wali kota juga memastikan bahwa pengusaha besar wajib menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai aturan yang ditetapkan dalam Musrenbang Internasional, agar tidak terjadi ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Selain program-program ekonomi dan sosial, kedekatan dengan masyarakat menjadi fokus utama Maidi dalam kepemimpinannya.

“Saya berterima kasih atas semua masukan. Saya ingin dekat dengan masyarakat, Nanti malam, saya akan berada di Kelurahan Kanigoro. Saya ngantor di lapangan supaya bisa langsung melayani warga, terutama masyarakat kecil yang mungkin segan datang ke Balai Kota,” ungkapnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, orang nomor satu di Kota Madiun itu optimistis Kota Pendekar akan terus berkembang menjadi kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi, tanpa meninggalkan prinsip pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
(Rams/kus/diskominfo)