Genjot Tumbuh Kembang Anak, Dinkes PPKB Asuh 255 Balita Untuk Cegah Stunting




MADIUN - Program orang tua asuh yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Madiun terus berlanjut untuk menekan angka Stunting di Kota Pendekar.

Saat ini, ada 255 balita yang terdata dalam program anak asuh pegawai Dinkes PPKB, puskesmas, dan RSUD Kota Madiun. Setiap pekan, para pegawai menyalurkan satu kilogram telur bagi masing-masing anak asuhnya.

"Ini upaya kami untuk menekan Stunting. Setiap pegawai menyisihkan rezeki untuk membeli telur dan diberikan kepada anak asuhnya," ujar Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, Selasa (18/3).

Dalam program ini, Denik menjelaskan, para pegawai boleh melakukan secara individu maupun berkelompok. Selain memberikan telur, pegawai juga melakukan sosialisasi tentang upaya pencegahan Stunting. Juga, memonitor tumbuh kembang anak setiap bulan.

Pemilihan telur, menurut Denik, adalah salah satu sumber protein hewani yang mudah didapat. Selain itu, penyimpanannya tidak membutuhkan alat khusus. Telur juga mudah diolah dengan berbagai kreasi resep.

Dari program anak asuh ini, Dinkes PPKB akan memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu. Dalam jangka waktu tiga bulan diharapkan ada peningkatan status gizi. Baik dari segi berat badan maupun tinggi badan.

"Berat badan anak jangan sampai turun. Kalau berat badan turun, maka akan memengaruhi tinggi badan dan saya tahan tubuhnya berkurang," jelasnya.

Lebih lanjut, Denik menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Dinkes PPKB dalam pencegahan Stunting. Mulai dari pemberian vitamin bagi remaja putri, edukasi Stunting bagi calon pengantin, pemeriksaan kesehatan, sarana prasana persalinan yang memadai, hingga sosialisasi ASI, MPASI, dan imunisasi. (Rams/irs/madiuntoday)