Dorong Digitalisasi, PLT Wali Kota fasilitasi UMKM Belajar Live Shopping hingga Kasir Digital
MADIUN – Cara pelaku UMKM berjualan di Kota Madiun mulai diarahkan lebih digital. Tak hanya belajar memasarkan produk melalui live shopping dan live streaming, pelaku usaha yang menempati fasilitas milik Pemkot Madiun juga mulai didorong menggunakan kasir digital untuk mencatat setiap transaksi.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelaku UMKM. Karena itu, UMKM yang memanfaatkan fasilitas tempat dari Pemkot Madiun mulai diarahkan menggunakan aplikasi Point of Sale (POS) dalam aktivitas transaksinya.
“Sekarang UMKM yang menggunakan lokasi atau tempat dari Pemerintah Kota ini akan diwajibkan menggunakan POS,” ujarnya, Kamis (13/8).
Menurutnya, penggunaan POS bukan sekadar untuk memudahkan transaksi. Data penjualan yang tercatat juga dapat membantu pemerintah melihat perkembangan usaha dan perputaran ekonomi masing-masing UMKM. Di sisi lain, pencatatan transaksi yang lebih rapi juga dapat menjaga kepercayaan pembeli.
Data tersebut nantinya berpotensi menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika pelaku UMKM membutuhkan tambahan modal.
“Apabila data ini nanti terkumpul dan bagus, perputaran uangnya di usaha masing-masing UMKM bagus, ini punya peluang nanti bisa kita rekomendasikan apabila UMKM ini membutuhkan penambahan modal,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Madiun juga mendukung pemasaran melalui media sosial. Pemberian perangkat seperti ring light dan clip on diharapkan membantu pelaku UMKM lebih percaya diri memperkenalkan produk melalui konten maupun live shopping.
“Kami juga mendukung para UMKM untuk kreatif memperkenalkan perkembangan sekarang yaitu di sosial media. Makanya kita tambahkan perlengkapan untuk live dan lain-lain,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Madiun Angga Wahyu Nur Cahyo, menambahkan
Program pelatihan untuk UMKM akan dilakukan secara bertahap. Setelah sesi pertama dan kedua, pelatihan serupa akan terus berlanjut dengan menyasar pelaku UMKM lainnya.
“Ke depan, program serupa akan berlanjut ke lapak UMKM lainnya. Harapan kami tentunya UMKM di Kota Madiun naik kelas. Omzetnya naik, pendapatannya juga naik,” tambahnya.
Dengan digitalisasi para pelaku UMKM diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi benar-benar diterapkan untuk memperluas pasar, menata transaksi, dan mengembangkan usaha.
(Ws Hendro/rat/Madiuntoday)