Stok Minyakita di Kota Madiun Dipastikan Aman, Disdag: Pasokan Tak Cuma dari Bulog
MADIUN – Warga Kota Madiun tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan Minyakita. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun memastikan pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut tetap tersedia di pasar tradisional. Ketersediaan itu ditopang oleh beberapa jalur distribusi, tidak hanya mengandalkan Perum Bulog.
Selain Bulog, pasokan Minyakita juga datang melalui PT Rajawali Nusindo (RNI) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Ketiganya menjadi jalur distribusi yang membantu menjaga ketersediaan Minyakita di sejumlah pasar di Kota Madiun.
Analis Perdagangan Ahli Muda Disdag Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, mengatakan setiap jalur memiliki jadwal penyaluran berbeda. Bulog memiliki jadwal distribusi rutin setiap pekan, sedangkan RNI dan PPI menyalurkan Minyakita secara berkala sesuai alokasi dari produsen.
“Semua mereknya Minyakita, tidak ada perbedaan. Yang membedakan hanya produsen dan jadwal pengirimannya,” jelas Tri saat ditemui di Pasar Besar Madiun, Rabu (12/8).
Untuk distribusi melalui Bulog, Minyakita disalurkan ke Pasar Besar Madiun (PBM) setiap Rabu dan Kamis. Sementara Pasar Sleko mendapat pasokan setiap Rabu. Adapun distributor pendukung mengupayakan pengiriman satu hingga dua kali dalam sebulan.
Pada penyaluran terbaru, sekitar 9.000 liter Minyakita kembali didistribusikan ke sejumlah pasar. Sebanyak 450 dus dialokasikan ke PBM untuk 49 pedagang. Kemudian sekitar 150 dus disalurkan ke Pasar Sleko untuk 26 pedagang. PPI juga menyalurkan 75 dus ke Pasar Kojo untuk dua pedagang.
Disdag juga mengingatkan pedagang agar mengatur stok dengan baik sehingga pasokan tidak langsung habis dalam satu kali penjualan. Langkah itu penting agar masyarakat tetap memiliki kesempatan mendapatkan Minyakita sepanjang pekan.
“Stoknya dikelola dengan baik, supaya selama seminggu masyarakat yang beli ke pasar tetap kebagian,” tambahnya.
Selain menjaga ketersediaan, pedagang wajib menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Dengan pasokan dari beberapa jalur tersebut, Disdag berharap kebutuhan Minyakita masyarakat tetap terpenuhi secara merata. (bip/im/madiuntoday)