Kembangkan Budidaya Maggot, Plt Wali Kota Madiun Siapkan Empat Lokasi



MADIUN – Upaya pengelolaan sampah organik di Kota Madiun terus dikembangkan. Salah satunya melalui budidaya maggot yang dinilai dapat menjadi solusi pemanfaatan sisa makanan sekaligus mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah.


Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah lokasi untuk pengembangan budidaya maggot. Survei lokasi akan kembali dilakukan untuk memastikan kesiapan tempat sekaligus kebutuhan infrastrukturnya.


“Besok kita akan survei kembali lokasi beberapa titik. Teman-teman yang akan membantu infrastrukturnya nanti segera mengeksekusi dan sudah ada penanggung jawabnya,” ujar Bagus saat ditemui, Rabu (12/8).


Lebih lanjut Plt Wali Kota menyebut, budidaya maggot tersebut akan dikembangkan dalam skala kecil dan besar. Skala kecil nantinya menyasar kelompok masyarakat, salah satunya sekitar 50 kepala keluarga. Sementara untuk skala lebih besar akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas lokasi yang disiapkan.


Rencananya, terdapat empat lokasi yang akan menjadi titik pengembangan budidaya maggot. Beberapa di antaranya berada di wilayah Taman, Kelurahan Demangan, Kelurahan Kartoharjo dan Kelurahan Madiun Lor. Sementara lokasi budidaya dalam skala besar akan ditempatkan di wilayah Kelurahan Manguharjo.


Menurutnya, pengembangan maggot sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemilahan sampah dari sumbernya. Sisa makanan atau sampah organik yang selama ini menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.


“Setelah kita pilah sampah, pembudidayaan maggot ini akan membantu. Sisa makanan atau makanan organik bisa diberikan untuk benih-benih maggot,” jelasnya.


Selain mengurangi sampah organik, budidaya maggot juga memiliki nilai manfaat lain. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat.


Pemkot Madiun pun mendorong agar budidaya maggot tidak hanya dilakukan di lokasi yang disiapkan pemerintah. Pengembangan juga diarahkan hingga tingkat RT agar masyarakat dapat ikut mengolah sampah organik dari lingkungannya masing-masing.


Plt Wali Kota mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pendekar Lingkungan, serta relawan di masing-masing RT. Masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa sampah organik dapat diolah dan dimanfaatkan, salah satunya melalui budidaya maggot.


“DLH, teman-teman Pendekar Hijau, dan relawan masing-masing RT terus menyosialisasikan berbagai strategi terkait sampah organik agar bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk pengembangan maggot,” pungkasnya.

(ws hendro/kus/madiuntoday)