Beksan Pari Suko, Tari Tradisi Madiun yang Bakal Dibawakan Ribuan Penari Rayakan HUT RI
MADIUN – Ribuan penari bakal memadati Jalan Pahlawan, (29/8) mendatang. Mereka akan membawakan Tari Beksan Pari Suko secara massal dalam gelaran Madiun Menari untuk memeriahkan HUT RI ke-81 Republik Indonesia.
Beksan Pari Suko dipilih karena gerakannya mudah dipelajari dan dibawakan berbagai kalangan. Busananya pun sederhana, yakni kebaya, jarit, dan selendang. Selain mudah diterapkan dalam pertunjukan massal, pilihan tersebut sekaligus menjadi cara mengenalkan tradisi kepada masyarakat.
“Beksan Pari Suko ini dipilih karena gerakannya mudah dibawakan bersama. Kemudian ada kegembiraan dan rasa syukur, sekaligus kita mengangkat tradisi lewat kebaya dan jarit yang dekat dengan masyarakat,” ujar Ninik Sulistyowati, pencipta Tari Beksan Pari Suko.
Nilai kegembiraan dan rasa syukur dalam tarian itu terinspirasi dari tradisi Bersih Desa yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian, khususnya panen padi.
“Idenya mengambil gambaran sukacita upacara adat daerah Bersih Desa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padinya,” terangnya.
Makna itu juga tercermin dalam nama Beksan Pari Suko. Beksan berarti tari, sedangkan Parisuka memiliki arti bergembira atau bersukaria. Selain Bersih Desa, unsur tayub yang hidup dalam tradisi tersebut turut menjadi inspirasi Ninik dalam menciptakan tarian. Gerak tari berpasangan dalam tayub kemudian dikembangkan menjadi tari kelompok perempuan.
“Saya mengangkat dari istilah tari berpasangannya. Tari berpasangan saya angkat lagi jadi tari tunggal kelompok perempuan, tapi dari gerakan itu mewakili gerakan tayubnya,” jelasnya.
Beksan Pari Suko pertama kali digarap Ninik Sulistyowati untuk Festival Karya Tari bertema upacara adat daerah. Lulusan SMKI Tari Surabaya tahun 1989 itu hingga kini aktif melatih tari di sejumlah sekolah sekaligus menciptakan berbagai karya. Seiring waktu, Beksan Pari Suko juga digunakan dalam berbagai kegiatan, mulai dari tasyakuran, penyambutan tamu hingga pagelaran wayang kulit.
Karya Ninik itu pun akan kembali mendapat panggung besar. Ribuan masyarakat bakal membawakan Beksan Pari Suko dalam Madiun Menari. Tak hanya memeriahkan HUT ke-81 RI, pertunjukan massal tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan dan menghidupkan tari tradisi Madiun di tengah masyarakat. (dspp/kus/im/madiuntoday)