Berbagi Berkah dari Sampah, Bank Sampah Pesanggrahan Salurkan Sedekah dan Tabungan Nasabah




MADIUN – Bank Sampah Pesanggrahan yang berlokasi di RW 11, Kelurahan Taman, menggelar kegiatan berbagi sedekah dari hasil panen jelantah dan sampah kering, sekaligus membagikan tabungan sampah kepada para nasabahnya.

Kegiatan ini seolah menjadi tradisi tahunan yang rutin dilakukan menjelang Lebaran. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Bank Sampah Pesanggrahan, Rina Nurul Makrufah, mengungkapkan bahwa program sedekah sampah ini sudah berjalan sejak awal pandemi COVID-19.

Tahun ini, sebanyak 10 penerima manfaat mendapatkan paket sembako yang berasal dari hasil pengelolaan sampah yang dikumpulkan oleh para nasabah bank sampah.

“Kami ingin sampah tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga bisa membantu sesama. Program ini juga sebagai motivasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya memilah dan mengolah sampah dengan baik,” ujar Rina, Sabtu (22/3).

Selain menyalurkan sedekah, acara ini juga menjadi ajang pembagian tabungan sampah kepada para nasabah Bank Sampah Pesanggrahan. Saat ini, jumlah nasabah bank sampah tersebut mencapai 168 orang, yang berasal dari dalam dan luar RT.

Dari hasil pengelolaan sampah yang terkumpul sepanjang tahun, total omzet tabungan nasabah mencapai Rp1.713.000, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, meskipun belum signifikan.

“Artinya, inovasi ini berhasil meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menjadi nasabah bank sampah. Selain mendapatkan tabungan, ada juga reward agar anak-anak semakin semangat menyetor sampah,” tambah Rina.

Program sedekah sampah ini masih merupakan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung sepanjang Februari. Dalam satu bulan, bank sampah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp435.131, sebagian besar berasal dari penjualan minyak jelantah dan sampah kering.

Salah satu nasabah cilik Bank Sampah Pesanggrahan, Tiara (11 tahun), siswa kelas 5 SD, merasa bangga bisa ikut berkontribusi dalam gerakan ini.

“Di rumah, mama sering setor sampah ke bank sampah. Akhirnya, saya juga ikut supaya bisa bantu mengurangi sampah dan nabung. Dari hasil bagi tabungan bisa dapat Rp 200.000,” ujarnya dengan antusias.

Program berbagi dari hasil pengelolaan sampah ini semakin membuktikan bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat besar, baik dari sisi lingkungan maupun sosial

. Dengan sistem pengumpulan sampah tiap bulan dan pencairan tabungan seminggu sebelum Lebaran, masyarakat bisa lebih merasakan manfaatnya, baik dalam bentuk sedekah maupun tabungan pribadi.

Ke depan, Bank Sampah Pesanggrahan berharap dapat terus meningkatkan jumlah nasabah dan memperluas program edukasi agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya memilah dan mengolah sampah.

“Harapan kami, makin banyak warga yang sadar bahwa sampah itu bernilai, bukan hanya untuk tabungan pribadi tapi juga untuk berbagi kepada sesama,” tutup Rina.
(kus/madiuntofday)