Upaya Penipuan Lewat WA Palsu Kian Marak Jelang Lebaran, Mulai Catut Pegawai Kecamatan




MADIUN – Upaya penipuan melalui aplikasi chatting WhatsApp (WA) makin masif jelang labaran. Setelah mencatut nama Camat Lurah Taman pekan lalu, kini muncul kasus serupa. Bedanya, pelaku mencatut pegawai Kecamatan Taman dengan menyebut nama secara random. Pelaku sudah mengincar korban masyarakat di wilayah Kecamatan Taman secara acak.

‘’Jadi muncul lagi kasus upaya penipuan lewat WA. Pelaku mengaku petugas dari kantor Kecamatan Taman,’’ kata Camat Taman Yusuf Asmadi, Sabtu (22/3).

Setidaknya ada tiga nomor berbeda yang digunakan pelaku. Pelaku menggunakan nomor 0821 4622 3506 dan 0822 4569 6580. Pelaku mengaku bernama Rahmat dari kantor Kecamatan Taman. Pelaku berdalih memesan gado-gado dan bakso. Dia memesan sebanyak puluhan porsi. Kemudian, ada juga nomor 0881 0277 20081 dan mengaku sebagai Dedy Saputra dari kantor Kecamatan Taman. Kali ini pelaku memesan minuman es teller.

‘’Dari tiga kejadian itu ada kemiripan. Yakni, pelaku menyasar pelaku UMKM dan memesan dalam jumlah banyak,’’ ungkapnya sembari menyebut tidak ada pegawai atas nama Rahmat dan Dedy di Kecamatan Taman .

Biasanya, pelaku sudah ada perjanjian dengan orang lain lagi yang benar-benar memesan produk-produk tersebut. Jadi pelaku berperan sebagai perantara. Setelah pemesan men-transfer uang, pelaku akan mencari pelaku UMKM untuk memesan barang. Namun, pelaku biasanya langsung menghilang tanpa melanjutkan pesanan. Artinya, pelaku menipu dua orang sekaligus. Yakni, pemesan dan pelaku UMKM sebagai produsen.

‘’Modus seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi. Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama menjelang lebaran seperti ini,’’ harapnya.

Sebelumnya, pelaku pernah mencatut nama Camat Taman dengan menggunakan nomor 0877 6005 0768 pada 15 Maret lalu. Pelaku juga sudah semakin lihai untuk mengelabuhi calon korban. Pelaku tidak langsung mengutarakan niatnya untuk meminta sesuatu. Namun, mengenalkan nomor baru supaya untuk disimpan dulu. Tidak ada percakapan lagi setelahnya. Besar kemungkinan pelaku akan menghubungi kembali beberapa waktu setelahnya. (agi/madiuntoday)