Peletakan Batu Pertama Dapur MBG, Wali Kota Harap Penuhi Gizi Anak dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat




MADIUN – Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, resmi melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar Lapak Banjarejo, Jumat (28/3).

Pembangunan ini merupakan bagian dari program besar pemerintah pusat dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan ekonomi warga sekitar.

“Kegiatan hari ini kita membangun dapur makanan bergizi gratis. Disini bisa dibuat dua dapur yang bisa memasak untuk lebih dari 6.000 orang. InsyaAllah satu setengah bulan selesai,” ujar wali kota.

Tak hanya membangun dapur, Pemkot Madiun juga telah menyiapkan lahan seluas 4 hektare di sekitar lokasi yang akan digunakan untuk menanam cabai dan sayuran yang dibutuhkan.

“Kita ada lahan di samping 4 hektare yang akan dibagi untuk ditanami cabai dan sayuran sesuai kebutuhan. Masyarakat sekitar juga mendukung program ini dengan menanam bahan makanan yang dibutuhkan dapur,” jelasnya.

Menurut Wali Kota, jika dapur ini dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, maka perputaran uang di masyarakat akan meningkat. Dengan kebutuhan anggaran belanja sekitar Rp60 juta per hari untuk memasak makanan bergizi bagi 6.000 orang, dana tersebut diharapkan dapat langsung diserap oleh petani dan pemasok lokal.

“Pemasok P2L (Pekarangan Pangan Lestari) dari kampung sekitar bakal menanam kebutuhan dapur. Jadi, Rp60 juta per hari itu kalau bisa dicukupi dari kampung sendiri, dampaknya akan besar untuk ekonomi warga,” tambah Maidi.

Selain melibatkan petani lokal, dapur ini juga akan didukung oleh pabrik tahu di wilayah sekitar. Wali Kota menyatakan bahwa alat-alat produksi akan dipinjamkan ke pabrik tahu agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung kebutuhan dapur makan gratis.

“Dapur ini juga diharapkan meningkatkan ekonomi warga sekitar, termasuk pengusaha kecil seperti pabrik tahu yang kita bantu dengan alat agar produksinya lebih besar dan bisa melayani dapur ini,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, dapur makan gratis ini akan diuji coba di Kecamatan Taman. Jika berjalan lancar, program ini akan diperluas ke Kecamatan Kartoharjo dan Manguharjo. Pemkot Madiun menargetkan pembangunan 16 dapur makan gratis di seluruh kota, dengan 6 dapur rampung dalam 100 hari kerja pertama.

“Dua dapur ini kurang lebih menelan biaya Rp5-6 miliar. Program ini melibatkan yayasan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah karena harus cepat sebagai percontohan untuk kota lain. Pemkot hanya menyiapkan lahan dan pemberdayaan masyarakatnya,” jelasnya.

Dengan program ini, orang nomor satu di Kota Pendekar itu berharap warganya tak hanya mendapatkan asupan gizi yang cukup, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
(Ney/kus/diskominfo)