Diskon Listrik Berakhir, Kota Madiun Alami Inflasi Hingga 1,41 Persen Di Maret 2025




MADIUN - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen (IHK) di Kota Madiun pada maret 2025. Hasilnya, Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 1,41 persen.

"Berdasarkan kelompok pengeluaran, Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga memberikan andil inflasi yang cukup tinggi. Yakni, mencapai 0,81 persen," ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz saat menggelar pers release secara online, Selasa (8/4).

Kemudian, di posisi kedua ada kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,45 persen.

Menurut Aziz, angka inflasi di Kota Madiun disebabkan oleh sejumlah peristiwa yang terjadi selama Maret 2025. Antara lain, berakhirnya diskon tarif listrik yang diberikan oleh pemerintah pusat. Sebagaimana diketahui, diskon tarif listrik hingga 50 persen berlaku hanya pada Januari-Februari 2025.

Selain itu, produksi komoditas bawang merah mengalami penurunan pada Februari dan Maret 2025. Salah satunya disebabkan oleh tingginya curah hujan hingga banjir di beberapa sentra produksi. Seperti, Pantura, Kendal, Brebes, dan Grobogan.

"Inflasi pada Maret 2025 terjadi di semua wilayah penghitung inflasi di Jawa Timur. Inflasi tertinggi di Sumenep mencapai 1,91 persen dan terendah di Surabaya sebesar 1,30 persen," tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)