Meski Hujan, Rata-rata Omset Pedagang di PSC Capai Rp 1,5 Juta Perhari Pada Libur Lebaran




MADIUN – Kota Madiun memang menjadi sudah menjadi jujukan wisatawan. Tak heran, itu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di Kota Pendekar. Khususnya di kawasan Pahlawan Street Center (PSC). Ya, kawasan itu memang banyak dikunjungi wisatawan bahkan di hari biasa sekalipun.

Tak heran, omzet para pedagang di sana tembus jutaan rupiah saban harinya. Bahkan, disaat hujan sekalipun, omzet pedagang masih mencapai Rp 1,5 juta dalam sehari.

‘’Sebenarnya ramai seperti biasa, tetapi libur lebaran ini sering turun hujan. Makanya untuk omzet bisa dibilang turun,’’ kata Heri Vita Winarko, salah seorang pedagang di Kampung Eropa, Rabu (9/4).

Catatannya, hujun turun di lebaran kedua hingga keempat. Bukan sejam dua jam. Tetapi hujan gerimis turun nyaris seharian penuh. Tak heran, wisatawan juga malas keluar. Heri mengaku bisa mendapatkan Rp 1,5 juta dalam kondisi seperti itu.

‘’Untuk omzet selama lebaran tahun ini mengalami penurunan jika dibanding lebaran lalu. Mungkin dikarenakan hari ke dua, tiga, dan empat hujan gerimis yang cukup lama,’’ ujarnya.

Sementara pada lebaran tahun lalu, omzetnya berkisar Rp 2 sampai Rp 3 juta dalam sehari. Kendati begitu, dia tetap bersyukur. Sebab, kawasan tersebut menjadi sumber mata pencaharian yang lumayan baginya dan para pedagang lain. Bukan hanya saat libur hari besar. Tetapi untuk kesehariannya.

‘’Kalau dulu bisa sampai Rp 2,5 jutaan rata-rata. Untuk tahun ini sekitar Rp 1,5 juta. Ini rata-rata omzet perharinya,’’ ungkap Heri.

Heri optimis ke depan kawasan akan terjaga keramaiannya. Sebab, ada saja pernak-pernik yang ditambahkan di kawasan tersebut. Seperti terbaru ada wisata kano. Informasi yang didengarnya, Wali Kota Madiun Dr. Maidi akan menghubungkan kawasan tersebut dengan Taman Bantaran Madiun. Caranya dengan menambahkan miniatur Tembok Cina. Dia berharap ide-ide wali kota tersebut bisa terus meramaikan Kota Madiun.

‘’Ini perkembangan yang luar biasa jika dibandingkan dulu yang hanya semak belukar di kawasan ini,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)