Volume Sampah Naik Usai Lebaran, DLH Siapkan Langkah Antisipasi




MADIUN - Volume sampah di Kota Madiun mengalami lonjakan signifikan selama dan setelah libur Lebaran 2025. Meskipun jumlah wisatawan nasional menurun, lonjakan pemudik yang datang ke kota ini menyebabkan peningkatan jumlah sampah hingga empat hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa.

Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, menyampaikan bahwa peningkatan ini bisa dilihat dari pantauan CCTV dan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kalau hari biasa itu sekitar 100 ton, saat Lebaran bisa lebih dari itu. Kemarin langsung saya arahkan agar sampah dibawa ke tempat yang TPA lu. Logikanya, jika sampah meningkat, berarti jumlah pengunjung juga naik,” ungkapnya.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Madiun melalui DLH juga mulai mengolah sampah lama yang menumpuk di TPA. “Sampah lama yang sudah lebih dari 20 tahun kita keluarkan, lalu kita olah,” terang Kepala Bidang Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Afandi.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, lonjakan sampah terjadi di sejumlah TPS seperti Mayjend Sungkono, Kartika Manis, hingga area wisata kuliner pecel Cokro hingga Pahlawan Street Center (PSC).

“Di sana, empat tim kami mengangkut sampah dengan kapasitas total sekitar 12 meter kubik per hari, padahal biasanya hanya 4 meter kubik,” jelasnya.

Secara keseluruhan, volume sampah harian yang biasanya berkisar 118-120 ton meningkat menjadi sekitar 130 ton selama hari raya, dengan presentase kenaikan sekitar 10 persen.

Pemerintah Kota Madiun terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah rumah tangga dengan lebih bijak.
(Rams/kus/madiuntoday)