Potensi Hujan Lebat Masih Mengintai hingga Akhir April, Peneliti BRIN Beri Penjelasan
MADIUN – Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memperingatkan bahwa potensi hujan ekstrem masih mungkin terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir April 2025. Meskipun sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya cuaca ekstrem.
Menurut Erma, prakondisi badai telah mulai terbentuk di wilayah timur Indonesia, seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera. Bahkan, wilayah selatan seperti Jawa juga diprediksi akan terdampak akibat interaksi antara Gelombang Kelvin dan Rossby yang terjadi pertengahan bulan April.
“Fenomena ini bisa memicu hujan deras hingga ekstrem selama beberapa hari di wilayah tertentu,” ujar Erma dalam keterangan tertulis.
Tak hanya itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini tengah mengalami masa pancaroba. Masa transisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, hujan lebat disertai petir, serta potensi angin kencang.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan singkat hingga badai petir dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung secara sporadis hingga akhir April.
BMKG dan BRIN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Warga juga diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi dampak buruk dari cuaca ekstrem.
“Masyarakat perlu lebih siaga, terutama dalam aktivitas luar ruangan. Jangan abaikan peringatan dini dari lembaga resmi,” pungkas Erma.
(Rams/kus/madiuntoday)