SPPG Banjarejo Diresmikan, Siswa Antusias Dapat Makan Bergizi Gratis




MADIUN - Ruang kelas 3 MIT Bakti Ibu terdengar riuh dengan suara para siswa. Mereka tampak antusias mengintip ke luar jendela, tak sabar menanti tumpukan kotak berwarna silver yang dibawa oleh gurunya.

Sesampainya di ruang kelas, kotak itupun dibagikan kepada siswa. Setelah membaca Basmallah, anak-anak kompak membuka isi kotak. "Waaah," seru mereka bersamaan.

Di dalam kotak sudah ada sepaket menu lengkap. Mulai nasi putih, sayur capcay, semur ayam, tahu goreng, dan jeruk. Guru pun mempersilakan murid-muridnya untuk makan.

"Rasanya enak," ujar Alya Jazilla Islami, siswi Kelas 3 C.

Senin (14/4), merupakan pertama kalinya MIT Bakti Ibu menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini seiring dibukanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh mitra mandiri Yayasan Karya Indonesia Emas di Jalan Sedoro, Kelurahan Banjarejo. Tidak hanya MIT Bakti Ibu, lima sekolah lainnya juga mulai mendapatkan fasilitas serupa. Yakni, SMKN 3, SMPN 10, SD Islam Unggulan Sahabat, SDN Banjarejo, dan TK Ihsaniyah Kota Madiun.

"Total sasaran ada 3.492 siswa. Jarak sekolah terdekat dari SPPG adalah 270 meter dan terjauh 1.100 meter," ujar Dandim 0803 Madiun Letkol Kav. Widhi Bayu Sudibyo.

Melihat antusiasme para siswa, Wali Kota Madiun Dr. Maidi yang turut memantau proses penyaluran ke sekolah pun menambahkan susu untuk dibagikan kepada anak-anak. Sebelumnya, orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga ikut meresmikan dapur sehat dan melihat langsung kondisi di dalamnya.

"Dapurnya baik. Saat saya cek ke dalam, semua makanan sudah ready dan masih hangat. Ini bisa menjadi contoh standar bagi dapur-dapur lainnya," ujar wali kota.

Ke depan, Pemkot Madiun juga akan berupaya mendukung SPPG. Khususnya, dalam memenuhi kebutuhan bahan masakan di dapur. Serta, mengimbau kepada pengelola dapur untuk melibatkan masyarakat sekitar yang memiliki usaha. Contohnya, seperti pabrik pembuatan tahu. Sehingga, keberadaan SPPG tidak hanya bermanfaat bagi siswa. Tapi juga, meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Kota Madiun butuh 16 dapur untuk 51 ribu siswa. Tempat-tempatnya sudah kita siapkan. Ini segera kita kerjakan agar bisa segera memenuhi kebutuhan MBG semua siswa di Kota Madiun," tandasnya. (Dspp/irs/madiuntoday)