Kenang Kisah Yesus Kristus, Gereja Mater Dei Gelar Visualisasi Jalan Salib
MADIUN - Ratusan umat Katolik Gereja Paroki Mater Dei, Kota Madiun tampak larut dalam suasana haru. Itu seiring masuknya tokoh Yesus Kristus ke dalam gereja dengan membawa salib besar di punggungnya.
Di belakangnya, tampak para pengawal dengan kejam mendorong dan mencambuk agar pria yang sudah lemah itu terus berjalan. Sesampainya di depan altar, pengawal mengikatnya pada tiang salib sebagai hukuman yang tak pernah dia lakukan. Hingga akhirnya Yesus pun wafat di tiang salib.
Adegan per adegan dalam prosesi Jalan Salib inipun berjalan sukses diperankan oleh jemaat gereja. Tak sedikit pula jemaat yang menitikkan air mata karena teringat perjuangan Yesus melawan kejahatan.
"Jalan Salib bukan untuk membawa kesedihan. Namun untuk mengenang kembali bagaimana Tuhan Yesus, yang diimani oleh umat Katolik, memutuskan bahwa saatnya sudah tiba," ujar Pastor Kepala Gereja Paroki Mater Dei Madiun, RD. Andreas Andri Noertjahja Endra Waskita saat ditemui setelah prosesi Ibadat Jumat Agung, Jumat (18/4).
Adapun prosesi Jalan Salib merupakan visualisasi peristiwa wafatnya Yesus Kristus untuk memberikan peringatan kepada umat agar senantiasa meniru sikap Yesus Kristus yang cinta kasih dalam menghadapi setiap cobaan.
Romo Aan menuturkan, Yesus Kristus menerima hinaan dan kekerasan untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Karena itu, dia berharap jemaat gereja dapat meneladani ajaran yang telah disampaikan oleh Yesus Kristus.
Sementara itu, perayaan Paskah telah dimulai sejak peringatan Minggu Palma. Kemudian, berlanjut pada Kamis Putih dan Jumat Agung. Selanjutnya pada Sabtu (19/4) merupakan malam Paskah dan Minggu (20/4) adalah perayaan Paskah. (Ney/irs/madiuntoday)