Sampah Pun Digemari Investor, Ada Tawaran Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Terpadu




MADIUN – Kota Madiun semakin digemari investor. Terbaru ada investor terkait pengolahan sampah yang tertarik mendekat. Kali ini datang dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang datang menawarkan kerja sama pengelolaan sampah tersebut. Hal itu mengemuka dari pertemuan pihak PKS dengan Wali Kota Madiun Dr Maidi di Kantor Lapangan Taman Hijau Demangan (THD), Selasa (22/4).

Ya, PKS memang memiliki inovasi Sistem Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Terpadu (Sipesat) yang diresmikan Agustus 2024 lalu. Sipesat merupakan buah kreativitas para purnawirawan yang ada di Dewan Pakar PKS dalam rangka mewujudkan zero waste di lingkungan Kantor DPTP PKS.

‘’Keistimewaan mesin kami ini tidak menggunakan bahan bakar. Penggunaan listriknya juga rendah, hanya 360 watt,’’ kata Brigjen (Purn) Suharjono dari Sipesat usai pertemuan.

Suharjono menambahkan pihaknya memiliki dua jenis mesin pengolah sampah. Yakni, berkapasitas 2 ton dan 30 ton sehari. Artinya, mesin Sipesat tersebut bisa mengolah sampah puluhan ton dalam sehari. Pun, diklaim bisa mengolah sampah tanpa asap. Tak heran, ramah lingkungan. Hal itu pun disambut baik Wali Kota Madiun.

‘’Asal sampahnya kering, selama proses pengolahan tidak menimbulkan asap. Jadi lebih ramah lingkungan,’’ imbuhnya.
Investor terkait pengelolaan sampah ini bukan kali pertama. Sebelumnya, ada investor yang menawarkan pengolahan khusus sampah plastik. Potensi sampah di Kota Madiun cukup besar. Sampah yang dihasilkan mencapai 120 ton dalam sehari. Hal itu lantaran Kota Madiun yang semakin ramai saat ini. Tak heran, volume sampah juga terus meningkat. (ney/agi/madiuntoday)