Penipuan Lewat WA Ada Lagi, Mengaku Ajudan Wali Kota, Sasar Hotel Berbintang




MADIUN – Upaya penipuan melalui aplikasi WhatsApp (WA) yang mencatut nama aparatur Pemerintah Kota Madiun kembali mengemuka. Kali ini nama Kasubag Protokol dan Kepegawaian Bagian Umum Setda Kota Madiun Rizky Dwi Akbar Aprilian yang dipakai pelaku untuk berasksi. Namun, bukan sebagai Kasubag Protokol. Melainkan sebagai aide-de-camp (adc) atau ajudan wali kota. Pelaku beraksi menggunakan nomor +62 812-3309-5695. Tanpa basa basi, pelaku langsung menghubungi nomor manajemen Mercure Hotel Madiun.

‘’Tadi saya dikonfirmasi dari pihak hotel siang sebelum Salat Jumat. Saya pastikan itu bukan saya,’’ kata Rizky, Jumat (25/4).

Modus yang digunakan pelaku sedikit berbeda kali ini. Pelaku tidak menggunakan foto dan nama profil di aplikasi WA yang digunakan. Namun, pelaku langsung memperkenalkan diri melalui pesan singkat yang dikirim. Pelaku mengenalkan diri sebagai ADC Wali Kota Madiun bernama Rizky. Setelahnya pelaku langsung menelepon. Beruntung, pihak hotel tidak menanggapinya.

‘’Setelah memperkenalkan diri, pelaku langsung menelepon hingga tiga kali. Mungkin karena curiga, dari pihak hotel kemudian menkonfirmasi ke saya,’’ ujarnya.

Upaya penipuan dengan mencatut nama aparatur Pemkot Madiun sudah cukup sering terjadi sebelumnya. Mulai mengaku pegawai kecamatan, lurah, camat, kepala dinas, hingga Wakil Wali Kota Madiun. Pelaku juga pernah menyaru sebagai Pj Wali Kota Madiun pada era Pj Wali Kota Eddy Supriyanto lalu. Modusnya pun hampir sama. Pelaku menggunakan nama dan foto profil pejabat dan mengirim pesan secara random kepada sasaran. Ujung-ujungnya, pelaku meminta transfer uang.

Namun, kasus sedikit berbeda untuk Lurah Sukosari Eko Djoko Soenarso. Pelaku tidak mengaku sebagai Lurah Sukosari. Tetapi pelaku sudah meng-hack WA yang bersangkutan untuk mengirim pesan. Artinya, yang mengirim pesan benar-benar nomor Lurah Sukosari. Namun, dilakukan oleh orang lain. (agi/madiuntoday)