Waspada Pancaroba di Kota Madiun: Cuaca Tak Menentu, Ini Cara Jaga Kesehatan di Tengah Perubahan Musim




MADIUN - Wilayah Kota Madiun saat ini tengah memasuki masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau, atau yang biasa disebut pancaroba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peralihan musim ini berlangsung tidak merata, sehingga masih berpotensi terjadi hujan lokal di sejumlah wilayah.

Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya di Stasiun Geofisika Nganjuk, menjelaskan bahwa beberapa faktor menjadi penyebab kondisi ini. Di antaranya, dominasi angin dari arah tenggara dengan pola steady di wilayah Jawa Timur, suhu muka laut di sekitar perairan yang tidak menunjukkan perubahan signifikan, serta analisis udara yang memperlihatkan atmosfer ringan, tidak stabil, dengan tingkat konvektivitas yang lemah.

Selain itu, kelembapan udara di lapisan bawah dan tengah cenderung kering, sementara lapisan atas masih lembap. Dengan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan masih ada potensi hujan ringan hingga sedang yang disertai petir, kilat, dan angin kencang sesaat pada periode 26–28 April.

Masa pancaroba seperti ini perlu diwaspadai karena hujan yang turun bersifat lokal, berlangsung singkat, namun berpotensi membawa fenomena ekstrem seperti angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es. Selain itu, peralihan musim ditandai dengan peningkatan penguapan di lingkungan sekitar.

Udara terasa lebih panas dan gerah, membuat tubuh mudah berkeringat. Berbeda dengan musim kemarau murni yang udaranya kering, saat ini suhu tinggi disertai kelembapan yang juga masih tinggi, sehingga hawa terasa semakin menyengat.

Setiyaris juga menambahkan bahwa pola angin di Jawa Timur masih bervariasi, dipengaruhi oleh dua massa udara dari Australia dan Asia yang sama-sama dominan. Oleh sebab itu, wilayah Madiun masih berada dalam fase pancaroba. Nantinya, saat puncak musim kemarau tiba, kelembapan udara bisa turun drastis di bawah 70 persen, bahkan mencapai 40 persen saat siang hari, membuat suhu terasa sangat panas dan udara menjadi lebih kering.

Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu ini, menjaga kesehatan tubuh menjadi sangat penting. Udara panas dan perubahan suhu ekstrem dapat meningkatkan risiko dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, serta kelelahan. Masyarakat disarankan untuk memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi optimal. Menggunakan pakaian berbahan ringan yang menyerap keringat juga dianjurkan untuk membantu kulit bernapas dan mengurangi iritasi.

Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya vitamin C, dapat memperkuat daya tahan tubuh di tengah cuaca ekstrem. Selain itu, penting untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan, terutama pada siang hari, untuk menghindari risiko heatstroke akibat paparan sinar matahari yang intens.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca harian dan mengantisipasi kemungkinan hujan lebat atau angin kencang dengan tetap berada di tempat aman saat terjadi perubahan cuaca mendadak.

Dengan memahami kondisi alam dan menjaga kesehatan secara optimal, masyarakat Kota Madiun dapat tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman di tengah masa pancaroba ini. Mengutamakan kesehatan dan keselamatan menjadi langkah bijak menghadapi perubahan musim yang dinamis.
(Rams/kus/madiuntoday)