Nguri-Uri Budhoyo, KKI Kota Madiun Bekali Perias se Kota Pendekar Seminar Pengantin Adat Yogyakarta
MADIUN - Meski peringatan Hari Kartini telah berlalu, gaung semangatnya masih hangat terasa di Kota Madiun. Mengusung semangat nguri-uri budhoyo dan pemberdayaan perempuan, Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) DPC Kota Madiun menggelar sebuah seminar istimewa bertajuk “Tata Rias dan Busana Pengantin Adat Yogyakarta.”
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan bagi para perias, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam merawat tradisi luhur yang sarat makna dan keindahan.
Seminar ini menghadirkan narasumber utama Listiani Sintawati, seorang perias profesional yang berasal dari keluarga perias legendaris yang telah turun-temurun merias keluarga besar Cendana.
Ketua panitia acara, Cindyra Laila, menjelaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap tata rias pengantin adat Yogyakarta, yang sarat akan makna dan simbolisme.
“Diharapkan para peserta dapat memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai rangkaian acara pernikahan adat Yogyakarta, mulai dari tahap awal hingga purna acara, dengan fokus utama pada prosesi rias pengantin yang kaya akan filosofi dan keindahan estetika,” ungkap Cindyra.
Dirinya juga menambahkan bahwa setiap tahapan dalam pernikahan adat Yogyakarta memiliki makna filosofis yang diwariskan turun-temurun. Rias pengantin bukan sekadar mempercantik, namun menjadi simbol doa, restu, dan harapan untuk perjalanan rumah tangga yang sakral.
Seminar ini hadir sebagai bentuk edukasi dan pelestarian budaya tradisional yang mulai tergerus oleh zaman. Banyak generasi muda, calon pengantin, bahkan masyarakat umum yang kini kurang memahami esensi serta detail dari prosesi adat pernikahan Jawa, terutama Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, KKI berharap bisa mengembalikan pemahaman akan nilai-nilai luhur tersebut ke tengah masyarakat. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini.
Melihat respon yang positif, KKI DPC Kota Madiun berencana menggelar kembali workshop serupa di waktu mendatang, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Madiun dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun.
“Harapannya, KKI Kota Madiun mampu terus menjalankan program-program kerja yang mengangkat kekayaan tradisi dan budaya Indonesia. Dengan begitu, budaya lokal tidak hanya dilestarikan tetapi juga semakin dicintai oleh generasi muda, khususnya di Kota Madiun,” pungkasnya.
(KKI/kus/madiuntoday)